BUMDes Sagalaherang Kidul Jadi Model Nasional: Sukses Bangkitkan Potensi Desa, Pulihkan Ketahanan Pangan dan Buka Lapangan Kerja

SUBANG– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, menorehkan prestasi gemilang dengan mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Keberhasilan BUMDes ini tidak hanya menjadikan desa sebagai penyangga kuat ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga signifikan mengangkat skala ekonomi dan kesejahteraan warga.
Baca Juga:Bupati Reynaldy Saba Desa di Sagalaherang Kidul, Tinjau Langsung Kondisi Masyarakat
Kepala Desa Sagalaherang Kidul, Endang Setiawan, saat ditemui awak media pada Sabtu (29/11/2025), menjelaskan bahwa keberhasilan ini didasarkan pada pengelolaan lahan pertanian yang profesional.
Peningkatan Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja Lokal
Endang Setiawan memaparkan, usaha pedesaan yang dikelola BUMDes ini telah meningkatkan skala ekonomi desa secara signifikan. Manfaat yang paling terasa adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terciptanya lapangan pekerjaan baru.
“Ada sekitar dua puluh orang warga sekitar yang dipekerjakan untuk mengelola lahan pertanian ini,” tegas Endang Setiawan.
Dengan memberdayakan dua puluh tenaga kerja lokal, BUMDes tidak hanya menjadi unit bisnis, tetapi juga menjadi solusi konkret bagi masalah pengangguran di desa, memberikan penghasilan tetap bagi keluarga yang terlibat.
Rantai Pasok Produk Pertanian Merambah Pasar Regional
Proyek pertanian BUMDes ini menggunakan total lahan seluas 3 hektar. Dari total tersebut, 2 hektar difokuskan untuk ditanami berbagai jenis komoditas sayuran unggulan, seperti timun, tomat, dan cabai,kacang panjang.
Keberhasilan pengelolaan ini memungkinkan produk pertanian Desa Sagalaherang Kidul menembus pasar yang lebih luas. Endang Setiawan menjelaskan bahwa hasil panen didistribusikan secara berkesinambungan:
- Dipasarkan di pasar-pasar terdekat untuk memenuhi kebutuhan lokal.
- Bahkan, kualitas produk telah memungkinkan komoditas sayuran mereka dikirim hingga ke Pasar Induk Bandung, menunjukkan standar kualitas yang diakui secara regional.
Model bisnis ini membuktikan bahwa BUMDes mampu berperan ganda: sebagai penggerak ekonomi desa yang profesional dan sebagai katalisator ketahanan pangan mandiri. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan ini diputar kembali untuk pengembangan usaha, perawatan lahan, dan dana sosial desa.
Keberhasilan Desa Sagalaherang Kidul diharapkan dapat dicontoh oleh desa-desa lain, membuktikan bahwa Dana Desa dan Badan Usaha Milik Desa dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk kemandirian ekonomi pedesaan di Kabupaten Subang.
Dul
