13 Maret 2026

Di Malam Penuh Makna Nuzulul Qur’an, Bupati Sumedang Tunaikan Zakat Mal Melalui Baznas‎

0



‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Suasana Aula Tampomas di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang siang itu terasa khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, mengiringi peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah.

‎Di tengah suasana religius itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menunaikan zakat mal melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumedang. Penyerahan zakat tersebut berlangsung pada Selasa (10/3/2026), disaksikan para pejabat daerah, alim ulama, serta pengurus Baznas.

‎Bupati hadir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila, menjadikan momen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan pesan moral tentang pentingnya menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

‎Bagi Dony, zakat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ritual tahunan. Lebih dari itu, zakat adalah jembatan yang menghubungkan nilai spiritual dengan kepedulian sosial.

‎“Zakat adalah bentuk implementasi nyata ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Melalui zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama,” ujar Dony.

‎Dalam pandangannya, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca dan dihafal, tetapi pedoman hidup yang mengarahkan manusia untuk saling menolong dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.

‎Momentum Nuzulul Qur’an pun menjadi pengingat bahwa pesan utama kitab suci itu adalah keadilan, empati, dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.


‎Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas, mengapresiasi langkah yang dilakukan Bupati Sumedang. Menurutnya, keteladanan seorang pemimpin memiliki dampak besar dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat.

‎“Keteladanan yang diberikan Bupati Sumedang menjadi motivasi bagi kita semua. Kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya para pemimpin dan aparatur, yang menyalurkan zakatnya melalui Baznas agar pengelolaannya lebih terarah dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, Baznas Sumedang terus memperkuat tata kelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel agar dana yang terhimpun dapat disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

‎Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada para alim ulama dan pimpinan pondok pesantren di Sumedang yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral masyarakat.

‎Menurutnya, peran para ulama tidak hanya sebagai pendakwah, tetapi juga sebagai penuntun kehidupan spiritual yang menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan akhlak.

‎Sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan lembaga zakat seperti Baznas menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual.

‎Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, semangat berbagi yang diajarkan Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa kesejahteraan tidak dibangun sendiri-sendiri. Ia tumbuh dari kepedulian, dari tangan yang memberi, dan dari hati yang tergerak untuk berbagi.

‎Dan di aula itu, melalui zakat yang ditunaikan, pesan sederhana itu kembali ditegaskan: bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya terlihat dari kebijakan, tetapi juga dari keteladanan.



Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.