Rizal bayu, Kepala KSPPG Dapur MBG Cianjur (Pacet) – Dapur Shiva

Cianjur | Metronasionalnews.com – Menindaklanjuti pemberitaan dan informasi yang beredar di media terkait pelaksanaan program MBG, dengan ini saya menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
1. Perubahan Menu Tanpa Persetujuan
Pada pelaksanaan hari Senin, 16 Maret, telah terjadi perubahan menu oleh pihak mitra tanpa koordinasi dan tanpa persetujuan saya sebagai Kepala KSPPG. Menu yang telah disusun oleh ahli gizi untuk periode 5 hari, yang awalnya terdiri dari:
•Ayam
•Roti 3 pcs
•Susu 3 pcs
•Telur 3 butir
•Kurma
Baca Juga:Kejaksaan Negeri Purwakarta Menahan 6 Tersangka Kasus Korupsi di Dinas Perikanan dan Peternakan
Namun di lapangan, mitra secara sepihak mengubah menjadi:
•Roti 2 pcs
•Susu 2 pcs
•Telur 2 butir
Perubahan ini jelas tidak sesuai dengan standar perencanaan gizi yang telah ditetapkan.
2. Dampak Perubahan terhadap Distribusi
Akibat perubahan sepihak tersebut, terjadi ketidaksiapan logistik, khususnya pada pengadaan roti tambahan oleh pihak mitra. Hal ini menyebabkan:
•Keterlambatan kedatangan bahan (roti datang sekitar pukul 11.30–12.00 WIB)
•Keterlambatan distribusi ke sekolah (sekitar pukul 13.00 WIB)
Kami telah menyampaikan informasi keterlambatan kepada pihak sekolah, dan saya secara langsung turun ke lokasi untuk memberikan penjelasan.
- Ketidaksesuaian Pergantian Hari Distribusi

Terkait adanya sekolah yang libur pada hari Kamis, awalnya telah disepakati bahwa penggantian distribusi dilakukan untuk 3 hari.
Namun dalam pelaksanaannya, setelah rapat internal antara ahli gizi, akuntan, dan koperasi (yang tidak saya hadiri), keputusan berubah menjadi hanya 2 hari distribusi.
Hal ini mengakibatkan:
•Ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi
•Munculnya komplain dari wali murid
Padahal sejak awal saya telah menegaskan bahwa penggantian harus tetap 3 hari penuh.
- Indikasi Ketidakterbukaan Harga dan Pengadaan
Dalam pelaksanaan di lapangan, kami menemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius:
√Harga satuan bahan (misalnya roti) tidak pernah disampaikan secara terbuka
•Nota dari supplier sering tidak mencantumkan harga
•Invoice yang diajukan oleh pihak mitra cenderung tinggi
•Perencanaan dari ahli gizi sering dianggap over budget, namun realisasi justru lebih mahal
Kondisi ini menimbulkan kesan adanya ketidakterbukaan dalam sistem pengadaan dan pembiayaan.
5. Kendala Distribusi Bahan Baku
Selain itu, sering terjadi ketidaksesuaian dalam pengiriman bahan baku:
•Volume tidak sesuai dengan pesanan (misalnya hanya setengah dari kebutuhan)
•Pengiriman bahan datang terlambat
•Proses produksi menjadi terhambat dan melewati waktu yang seharusnya sudah selesai
Akibatnya, tim di lapangan harus bekerja dua kali dan dalam kondisi tidak ideal.
- Upaya Koordinasi yang Tidak Direspons
Perlu kami tegaskan bahwa berbagai Ppermasalahan ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada pihak mitra, namun tidak mendapatkan ptanggapan dan perbaikan yang signifikan.
PENEGASAN
Dengan adanya kejadian ini, kami menegaskan bahwa:
•Perubahan menu tanpa persetujuan adalah pelanggaran terhadap standar program
•Keterlambatan distribusi bukan disebabkan oleh kelalaian internal KSPPG, melainkan akibat perubahan dan kendala dari pihak mitra
•Diperlukan transparansi penuh dalam pengadaan dan pembiayaan
KOMITMEN
Kami tetap berkomitmen menjalankan program MBG sesuai standar gizi, transparansi, dan akuntabilitas, serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja mitra yang terlibat.
Red
