Air Mata Haru di Tanjungsari, 6 Siswa SMAS YKM Lolos SNBP 2026

Sumedang | Metronasionalnews.com – Pagi itu, suasana di lingkungan SMAS YKM Tanjungsari terasa berbeda. Bukan riuh seperti biasanya, melainkan dipenuhi getaran haru yang perlahan menjelma menjadi kebanggaan. Enam siswa terbaik sekolah tersebut dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Bagi sebagian orang, pengumuman SNBP mungkin hanya soal hasil seleksi. Namun bagi mereka—para siswa, orang tua, dan guru—itu adalah puncak dari perjalanan panjang yang diisi kerja keras, doa, dan harapan yang tak pernah padam.
Tangis haru pun tak terelakkan. Ada yang menunduk syukur, ada yang memeluk orang tua, dan ada pula yang hanya bisa terdiam, mencoba meyakini bahwa mimpi yang selama ini diperjuangkan akhirnya menemukan jalannya.

Kepala SMAS YKM Tanjungsari, Dadan Darmanto, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia melihat keberhasilan ini bukan hanya milik enam siswa, melainkan juga hasil dari kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan yang mendukung proses belajar mereka.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kami semua. Semoga ilmu yang diperoleh nanti menjadi bekal untuk masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di balik capaian itu, tersimpan cerita tentang kedisiplinan belajar, tekanan menghadapi seleksi, hingga doa-doa yang dipanjatkan dalam diam. Jalur SNBP memang menitikberatkan pada prestasi akademik dan rekam jejak siswa, menjadikannya salah satu jalur yang prestisius sekaligus kompetitif.
Keberhasilan enam siswa ini pun menjadi penanda bahwa kerja keras yang konsisten mampu membuka pintu kesempatan. Tidak ada jalan instan, hanya proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan.
Lebih dari sekadar prestasi individu, capaian ini juga menjadi energi baru bagi lingkungan sekolah. Para siswa lain kini memiliki contoh nyata bahwa mimpi untuk menembus perguruan tinggi negeri bukan sesuatu yang jauh. Ia bisa diraih, selama ada kemauan untuk berusaha.
Pihak sekolah berharap, keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi adik-adik kelas. Bahwa setiap usaha yang dilakukan hari ini, sekecil apa pun, akan menemukan hasilnya di masa depan.
Kini, enam siswa tersebut bersiap memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Dunia kampus menanti, dengan tantangan dan peluang yang lebih luas.
Sementara itu, di Tanjungsari, jejak langkah mereka akan terus dikenang—sebagai bukti bahwa dari ruang kelas sederhana, mimpi besar bisa tumbuh dan terwujud.
Wahyu BK
