2 April 2026

Reaksi Cepat Camat dan UPZ Sumedang Selatan Tanggapi Bencana Longsor di Desa Sukajaya

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Malam di Dusun Ciloa, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, berubah tegang ketika hujan yang turun sejak sore tak juga mereda. Air yang mengguyur tanpa jeda selama berjam-jam perlahan menggerus kestabilan tanah, hingga akhirnya pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, TPT tak lagi mampu bertahan.

‎Longsoran tanah datang tiba-tiba. Tembok Penahan Tanah (TPT) di atas rumah milik Yusuf Ramel (48) amblas, menyeret material yang kemudian menghantam bagian rumah di bawahnya. Dalam sekejap, satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara delapan rumah lain di sekitarnya terdampak dengan tingkat kerusakan lebih ringan. Dua kendaraan roda dua pun ikut tertimbun.

‎Meski kerusakan tampak nyata, satu hal yang patut disyukuri: tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi menghindari potensi longsor susulan.

‎Hujan deras selama kurang lebih lima jam menjadi pemicu utama. Kondisi tanah yang jenuh air, ditambah sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, mempercepat runtuhnya struktur penahan tanah. Kombinasi faktor alam dan infrastruktur ini kembali mengingatkan rapuhnya kawasan rawan longsor saat musim hujan ekstrem.

‎Tak berselang lama setelah kejadian, respons cepat langsung terlihat. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang turun ke lokasi melakukan asesmen awal. Mereka memetakan dampak kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.

‎Koordinasi dengan aparat desa berlangsung simultan, memastikan penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di lapangan, aparat desa bersama pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sumedang Selatan ikut membantu evakuasi warga serta menyalurkan bantuan darurat

‎Kehadiran Camat Sumedang Selatan,  Idi Suhandi, S.Sos., M.Si.,  bersama Ketua UPZ, Ust Samsul Maarif, S.PdI., dan bendahara UPZ, Tatang Suhendar, S.Sos., di lokasi menjadi penegas bahwa penanganan tidak berhenti pada aspek teknis semata. Di tengah sisa lumpur dan puing, kehadiran mereka membawa pesan empati sekaligus komitmen.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergerak cepat membantu warga. Ke depan, kami ingin lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini,” ujar Camat Sumedang Selatan.

‎Bagi warga, bantuan yang datang cepat menjadi penopang di saat genting. Salah seorang warga terdampak mengaku terbantu dengan penanganan darurat serta dukungan logistik yang diberikan. Di balik rasa syukur itu, tersimpan harapan agar upaya pencegahan bisa lebih diperkuat, terutama dalam pengelolaan perbaikan bangunan yang terdampak dan mitigasi di wilayah rawan.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana tak selalu datang dengan tanda yang jelas, namun kesiapsiagaan bisa menentukan besar kecilnya dampak. Pemerintah daerah bersama masyarakat kini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang sama: memastikan bahwa ketika hujan kembali turun deras, risiko serupa tidak lagi berulang dengan skala yang sama.

‎Di Ciloa, tanah memang sempat runtuh. Tetapi di saat yang sama, respons cepat dan gotong royong justru berdiri lebih kokoh.

‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.