Saat Napas Menjadi Taruhan, RSUD dr. Sayidiman Magetan Ajak Warga Lawan TB Paru Sejak Dini

Magetan |Metronasionalnews.com-Di tengah riuh aktivitas ruang tunggu poliklinik, ada pesan penting yang disampaikan kepada masyarakat: jangan pernah menganggap remeh batuk yang tak kunjung sembuh.
Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, RSUD dr. Sayidiman Magetan menggelar penyuluhan kesehatan tentang bahaya tuberkulosis atau TB paru. Kegiatan itu berlangsung di ruang tunggu poliklinik dan menghadirkan dokter spesialis paru, dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Sp.P, sebagai narasumber.
Penyuluhan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Di baliknya, tersimpan kepedulian agar masyarakat semakin sadar bahwa TB masih menjadi ancaman nyata yang dapat merenggut kesehatan, bahkan harapan hidup seseorang, bila terlambat ditangani.
“Tuberkulosis adalah penyakit menular yang penyebarannya sangat mudah melalui udara. Bakteri TB dilepaskan saat penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Orang di sekitarnya bisa menghirup bakteri tersebut dan berisiko terinfeksi,” ujar dr. Achmad, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis itu umumnya menyerang paru-paru. Namun dalam kondisi tertentu, infeksi juga dapat menjalar ke organ tubuh lain seperti otak, tulang, hingga kelenjar getah bening.
Di hadapan para pasien dan keluarga yang menunggu giliran berobat, dr. Achmad mengingatkan bahwa TB bukan penyakit yang harus ditakuti berlebihan, melainkan harus dikenali sejak dini. Batuk lebih dari dua minggu, berat badan menurun, demam, dan tubuh yang terus-menerus lemas menjadi gejala yang tidak boleh diabaikan.
Ia menegaskan, harapan untuk sembuh selalu ada selama pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas.
“Peran setiap individu sangat penting, mulai dari menjaga kesehatan, mengenali gejala sejak dini, hingga tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya. Ini kunci utama untuk memutus rantai penularan TB,” tambahnya.
Bagi sebagian orang, TB bukan hanya soal penyakit. Ia bisa menjadi beban bagi keluarga, menghambat pekerjaan, bahkan membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. Karena itu, edukasi seperti ini menjadi penting agar masyarakat tidak hanya paham bahaya TB, tetapi juga tidak memberi stigma kepada para penderitanya.
Melalui penyuluhan tersebut, RSUD dr. Sayidiman Magetan berharap masyarakat di Magetan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan dimulai dari hal sederhana: peduli pada diri sendiri, memeriksakan gejala sejak awal, dan saling mengingatkan.
Sebab ketika satu orang berani memeriksakan diri dan menjalani pengobatan dengan tuntas, maka satu mata rantai penularan telah berhasil diputus.(sgta)
