Nana Sumarna Terpilih, Pemilihan RW 04 Diwarnai Persaingan Sengit

Sumedang | Metronasionalnews.com — Nuansa demokrasi yang hangat sekaligus penuh dinamika terasa di Dusun Ciawi, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Minggu (12/4/2026). Sejak pagi, ratusan warga dari enam Rukun Tetangga (RT) memadati halaman Masjid Jami’ Al Ikhlas untuk mengikuti pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 04.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu tak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan juga ajang demokrasi tingkat akar rumput yang hidup dan partisipatif. Antusiasme warga begitu tinggi, bahkan suasana pemilihan kerap disebut menyerupai pemilihan kepala daerah karena ketatnya persaingan antar kandidat
Sebanyak 412 warga tercatat menggunakan hak pilihnya. Mereka datang silih berganti untuk mencoblos, mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menentukan pemimpin yang mampu mengayomi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Empat kandidat maju dalam kontestasi ini, yakni Didin Haerudin (nomor urut 1) dengan perolehan 115 suara, Doni Ramadani (nomor urut 2) dengan 44 suara, Aminurdin H (nomor urut 3) dengan 93 suara, serta Nana Sumarna (nomor urut 4) yang meraih 177 suara.

Proses pemungutan suara berlangsung tertib hingga pukul 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan penghitungan suara yang disaksikan langsung oleh warga. Momen ini menjadi titik paling menegangkan. Sorak sorai kecil terdengar, namun ketegangan tak terelakkan ketika selisih suara antar kandidat terlihat cukup tipis di beberapa tahap penghitungan.
Ketatnya persaingan mencerminkan tingginya kualitas partisipasi warga dalam memilih pemimpin. Setiap suara memiliki arti penting, dan seluruh proses berjalan transparan serta dapat diterima oleh semua pihak.
Hingga akhirnya, Nana Sumarna ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dan resmi terpilih sebagai Ketua RW 04. Kemenangan ini sekaligus menjadi amanah besar untuk memimpin dan menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Pemilihan ini tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga memperlihatkan kuatnya budaya demokrasi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Dari halaman masjid yang sederhana, semangat demokrasi tumbuh—menjadi fondasi penting bagi pembangunan sosial di tingkat paling dasar.
Wahyu BK
