Di Lapang Sederhana, Semangat Kartini Tumbuh dari Keberanian Siswa SMPN Situraja 3

Sumedang | Metronasionalnews.com – Pagi itu, angin berembus pelan di lapang olahraga SMP 3 Situraja, Dusun Sukatali. Matahari belum terlalu tinggi, namun semangat sudah lebih dulu menyala. Di tempat sederhana itu, peringatan Hari Kartini menjelma menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan—ia menjadi ruang tumbuh.
Suara tawa, tepuk tangan, dan sesekali degup gugup siswa yang bersiap tampil, berbaur dalam satu harmoni. Ada yang berdiri tegap menyampaikan pidato tentang mimpi dan perjuangan, ada pula yang melangkah di panggung kecil dengan balutan busana terbaiknya. Dalam setiap gerak, terselip keberanian yang mungkin baru pertama kali mereka rasakan.
Tema “Meneladani Sosok RA Kartini” bukan hanya terpampang di spanduk, tetapi hidup dalam ekspresi mereka. Sosok Raden Ajeng Kartini seakan hadir di antara barisan siswa—bukan dalam wujud sejarah yang jauh, melainkan dalam semangat yang dekat: berani tampil, berani bermimpi
Di tengah riuh yang hangat itu, ada satu momen yang terasa lebih personal. Perayaan ulang tahun Bu Rita, salah satu guru, menyelip di antara rangkaian kegiatan. Sederhana, namun penuh makna—seperti pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang menyimpan cerita

Kepala sekolah SMPN 3 Situraja, Dra. Hj.Tarliyah, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ada harapan yang disematkan di setiap lomba, di setiap langkah kecil siswa yang berani tampil di depan.
Namun hari itu mengajarkan sesuatu yang lebih dalam: bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah proses—detik-detik saat rasa takut dilampaui, saat suara yang sempat gemetar akhirnya terdengar lantang, saat kebersamaan terasa begitu dekat.
Di lapang itu, pendidikan tak hadir dalam bentuk buku atau papan tulis. Ia hadir dalam keberanian, dalam kebersamaan, dan dalam keyakinan bahwa setiap anak memiliki cahaya
Dan ketika acara usai, yang tersisa bukan hanya kenangan lomba. Tapi juga jejak kecil semangat Kartini—yang diam-diam tumbuh dalam diri mereka, siap dibawa melangkah ke masa depan.
Wahyu BK
