6 Juni 2026

Basory Anto Bangun Jalan dan Pasang Tiang Listrik dengan Dana Pribadi, Wujud Nyata Kepedulian untuk Warga Temboro

0
oplus_2

MAGETAN – Di saat banyak orang menunggu bantuan datang, Basory Anto memilih bergerak lebih dulu. Kepedulian pemilik CV Mentari Mukti Sejahtera dan CV Permata Sinar Mulia terhadap lingkungan sekitar kembali diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur jalan di Dukuh Puh Telu, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan berlubang kini disulap menjadi akses yang lebih kokoh, nyaman, dan representatif. Sepanjang kurang lebih 200 meter dengan lebar mencapai 6 hingga 7 meter, jalan tersebut diperbaiki menggunakan cor beton penuh dengan material yang didatangkan langsung dari Cormix.

Bagi sebagian orang, jalan hanyalah hamparan beton yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Namun bagi Basory Anto, jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika akses menjadi baik, roda ekonomi berputar lebih lancar, aktivitas warga menjadi lebih mudah, dan harapan akan masa depan yang lebih baik ikut terbuka.

“Menurut saran dari Cormix, ketebalan 15 sentimeter sebenarnya sudah bagus dan kuat. Tapi saya buat 16 sentimeter agar lebih kokoh dan tahan lama,” ujar Basory Anto saat ditemui di lokasi pekerjaan, Sabtu (6/6/2026).

Tak hanya memperbaiki jalan, ia juga memasang tujuh tiang listrik di sepanjang area tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

oplus_2

“Saya juga memasang tujuh tiang listrik agar kelak bisa dimanfaatkan warga untuk penerangan atau penyaluran listrik. Untuk pemasangan tiang listrik ini menghabiskan biaya sekitar Rp18 juta,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, proyek perbaikan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp170 juta. Sebanyak tujuh pekerja dilibatkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan target waktu yang cukup singkat, yakni mulai Sabtu hingga Selasa.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang sering kali bergantung pada program pemerintah, langkah yang dilakukan Basory Anto menjadi oase kepedulian yang menyejukkan. Tanpa menunggu permintaan ataupun proposal, ia memilih bertindak ketika melihat kondisi jalan yang membutuhkan perhatian.

“Saya memperbaiki jalan ini dengan inisiatif sendiri. Ketika saya lihat ada jalan berlubang atau rusak, langsung saya perbaiki. Ya untuk amal jariah saya,” ungkapnya.

Kalimat itu sederhana, namun sarat makna. Sebab tidak semua orang mampu melihat kerusakan sebagai panggilan untuk berbuat kebaikan. Bagi Basory, setiap jalan yang diperbaiki bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jejak amal yang diharapkan terus mengalir manfaatnya bagi masyarakat.

Ia berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat mempercantik lingkungan sekaligus membuka peluang berkembangnya kawasan tersebut.

“Harapan saya agar jalan tampak indah dan lebar, serta bisa menghidupkan kampung buntu ini,” pungkasnya.

Perbaikan jalan di Dukuh Puh Telu ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus menunggu kewenangan atau jabatan. Terkadang, perubahan besar justru lahir dari hati yang peka terhadap kebutuhan sekitar. Ketika satu orang memilih bergerak, manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang. Sebuah langkah sederhana yang menjadi jalan menuju kemaslahatan bersama. (sgta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.