KONI Sumedang Gelar Pelatihan Pelatih Tingkat Lanjut, Dony Ahmad Munir: Atlet Hebat Lahir dari Pelatih Hebat

Sumedang | Metronasionalnews.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumedang terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pelatih Tingkat Lanjut yang digelar pada 9–10 Juni 2026 di Hotel Hanjuang Hegar, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.
Mengusung tema “Mencetak Pelatih yang Berkualitas Menghantarkan Atlet Berprestasi”, kegiatan ini diikuti para pelatih dari berbagai cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kabupaten Sumedang. Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., dan dihadiri jajaran pengurus KONI, instruktur, serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa prestasi seorang atlet tidak lahir begitu saja. Di balik keberhasilan atlet, terdapat peran besar seorang pelatih yang mampu membentuk kemampuan, karakter, disiplin, hingga mental juara.
“Pasti ada pelatih yang hebat di balik atlet yang berprestasi. Untuk itulah kegiatan ini sangat bermakna dan akan berdampak terhadap raihan prestasi Kabupaten Sumedang, khususnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang,” ujar Dony.
Menurutnya, pelatihan seperti ini bukan sekadar agenda rutin atau kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, pelatihan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Dony mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang belajar yang produktif. Ia meyakini setiap materi yang diberikan akan menambah wawasan dan membuka perspektif baru dalam dunia kepelatihan modern.
“Setiap kegiatan harus menjadi ruang belajar. Saya yakin akan ada ilmu baru yang diperoleh. Pengetahuan baru itu akan menginspirasi, memotivasi, dan mendorong kita untuk melakukan perubahan yang lebih baik,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya tindak lanjut pascapelatihan. Menurutnya, keberhasilan sebuah pelatihan harus diukur dari perubahan yang terjadi setelah peserta kembali menjalankan tugas kepelatihannya di lapangan.

Ia menyebut sedikitnya ada tiga indikator yang harus dicapai, yakni meningkatnya pengetahuan, bertambahnya keterampilan atau kompetensi teknis, serta munculnya kemauan yang kuat untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh
“Harus ada perubahan setelah kegiatan ini. Tidak cukup hanya mendapatkan sertifikat atau mengikuti materi. Yang paling penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembinaan atlet,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dony juga memperkenalkan konsep kepemimpinan dan pembelajaran yang ia sebut sebagai Open Mind, Open Heart, dan Open Will. Menurutnya, seorang pelatih harus memiliki pikiran yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga, hati yang terbuka untuk menerima masukan, serta kemauan yang kuat untuk melakukan perubahan
“Jangan merasa paling tahu. Bukalah pikiran dan hati untuk menerima hal-hal baru. Dunia olahraga terus berkembang. Metode latihan juga harus berkembang. Jangan terus menggunakan cara-cara lama tanpa ada pembaruan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tugas pelatih tidak hanya meningkatkan kemampuan teknik atlet, tetapi juga membentuk pola pikir, motivasi, mental bertanding, serta karakter yang kuat.
“Tidak hanya keterampilan atlet yang harus dibangun, tetapi juga pola pikir, motivasi, dan karakter juangnya. Ketika mindset pelatih berubah, maka mindset atlet yang dilatih pun akan ikut berubah,” tambahnya
Sementara itu Ketua KONI Kabupaten Sumedang, Budi Arrianto menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembinaan olahraga daerah. Pelatih yang memiliki wawasan luas dan kompetensi yang baik diyakini mampu melahirkan atlet-atlet yang lebih kompetitif dan berprestasi
Sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan olahraga, KONI juga mengungkapkan bahwa sekitar 85,5 persen anggaran yang diterima dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dialokasikan untuk pembinaan cabang olahraga. Adapun untuk kebutuhan operasional organisasi, hanya digunakan sekitar 14,5 persen dari total anggaran yang tersedia
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa fokus utama KONI Sumedang tetap diarahkan pada pengembangan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan sistem pembinaan olahraga di berbagai cabang olahraga
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu mendapat respons positif dari para peserta. Selain memperoleh ilmu dan wawasan baru, para pelatih juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, serta memperkuat jaringan antar cabang olahraga.
Melalui kegiatan ini, KONI Kabupaten Sumedang berharap kualitas pembinaan olahraga daerah semakin meningkat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Sumedang di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan atlet diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan Sumedang sebagai daerah yang semakin kompetitif dan berprestasi di bidang olahraga.
Wahyu BK
