Maulid Nabi 1448 H di TPA Jarrul Khoer, Momentum Membentuk Generasi Qur’ani Berakhlak Rasulullah

Sumedang | Metronasionalnews.com – 12 September 2026. Menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membangun karakter generasi muda menjadi semangat yang diusung TPA Jarrul Khoer dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026.
Kegiatan tersebut akan digelar Minggu, 13 September 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di TPA Jarrul Khoer, Dusun Cihonje RT 05 RW 03, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan.
Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membentuk Generasi Qur’ani”, peringatan Maulid ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan diarahkan menjadi ruang pembelajaran bagi para santri, generasi muda dan masyarakat untuk kembali memahami keteladanan Rasulullah SAW.
Panitia menghadirkan Ustadz Handy Bonny sebagai penceramah. Sementara suasana kegiatan akan diiringi seni terbangan Al Muhajirin, yang diharapkan semakin menambah khidmat dan semarak peringatan Maulid.
Kepala TPA Jarrul Khoer, Wahyu mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial keagamaan.
“Kami ingin menjadikan momentum Maulid Nabi ini bukan hanya sebagai acara tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW. Terutama bagaimana akhlak beliau dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wahyu.
Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam yang diterima para santri juga perlu diterjemahkan dalam kehidupan nyata, mulai dari sopan santun, sikap menghormati orang tua dan guru, kepedulian terhadap sesama hingga membangun hubungan sosial yang baik.
“Anak-anak kita perlu mengenal Rasulullah bukan hanya melalui cerita, tetapi juga memahami akhlaknya dan berusaha meneladaninya. Karena itu, kegiatan seperti Maulid ini menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri,” katanya.
Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, pesan tersebut dinilai semakin penting. Generasi muda tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga fondasi moral agar mampu memilah dan menyikapi berbagai perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai agama.
Kehadiran Ustadz Handy Bonny dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan siraman rohani yang dekat dengan kehidupan jamaah, khususnya para santri dan generasi muda. Pesan-pesan keagamaan diharapkan tidak hanya didengar, tetapi dapat menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang memiliki akhlak Qur’ani.
Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, para donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah, para santri serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah membantu. Tanpa kebersamaan dan dukungan masyarakat, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik. Semoga apa yang kita laksanakan menjadi amal kebaikan dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan bersama-sama menyemarakkan Maulid Nabi dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Mari kita bershalawat, mendengarkan tausiah, dan mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini selesai, kecintaan kepada Rasulullah semakin kuat dan tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.
Pada akhirnya, tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membentuk Generasi Qur’ani” menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan TPA Jarrul Khoer. Sebab, mengenal Rasulullah bukan hanya tentang mengetahui sejarah kehidupannya, tetapi bagaimana keteladanan itu perlahan hadir dalam perilaku generasi penerus.
Dari sebuah majelis di Dusun Cihonje, harapan itu ditanamkan: agar para santri tumbuh bukan hanya menjadi generasi yang mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam akhlak dan kehidupan sehari-hari.
Wahyu BK
