11 September 2026

Majelis Ta’lim Al Baeti Peringati Maulid Nabi 1448 H, Empat Mualim Sampaikan Tausiah

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com –  Lantunan shalawat dan pesan-pesan keislaman menghidupkan suasana Dusun Cihonje RT 05 RW 03, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis (10/9/2026).

‎Majelis Ta’lim Al Baeti menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan menghadirkan empat mualim yang secara bergantian memberikan tausiah kepada jamaah. Kegiatan yang berlangsung selepas salat Dzuhur itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk kembali meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

‎Empat mualim yang mengisi tausiah masing-masing Muhammad Yasin, Hatim Syafi’i, Wail Akhyar Jamaluddin, dan Den Muhammad Syarif Alhasani.

‎Pesan keagamaan disampaikan secara bergantian, membawa jamaah pada refleksi tentang perjalanan dakwah Rasulullah SAW serta pentingnya menjadikan akhlak Nabi sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Nuansa peringatan semakin semarak dengan penampilan seni terbangan Mamislu Al Baeti. Lantunan musik religi dan suasana kebersamaan jamaah berpadu menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

‎Bagi Pengurus Majelis Ta’lim Al Baeti, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut diharapkan menjadi pengingat agar nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW terus hadir dalam perilaku masyarakat.

‎Khodim  MT Al Baeti, Mualim Muhammad Yasin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami atas nama Khodim dari Pengurus Majelis Ta’lim Al Baeti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah, masyarakat, para donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah membantu dan hadir dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Muhammad Yasin.

‎Ia mengatakan, peringatan Maulid menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kecintaan umat kepada sosok yang menjadi teladan.

‎“Bagi kami, kegiatan Maulid bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW, memperkuat kecintaan kita kepada beliau, sekaligus mengambil keteladanan dari akhlak dan kehidupan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya

‎Pesan tersebut, menurutnya, akan kehilangan makna apabila hanya berhenti di lingkungan majelis atau pada saat acara berlangsung. Kecintaan kepada Rasulullah SAW justru harus tercermin dalam sikap, perkataan dan perbuatan sehari-hari.

‎“Semoga kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti dalam kegiatan Maulid saja, tetapi dapat kita wujudkan melalui akhlak dan perbuatan kita setiap hari,” tuturnya

‎Muhammad Yasin kembali menyampaikan apresiasi kepada jamaah, masyarakat, donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini mendapat keberkahan dari Allah SWT dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dengan keberkahan dan pahala yang berlipat,” pungkasnya.

‎Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Majelis Ta’lim Al Baeti akhirnya bukan sekadar catatan sebuah kegiatan keagamaan. Dari lingkungan sederhana di Dusun Cihonje, pesan tentang cinta kepada Rasulullah, akhlak, persaudaraan dan kepedulian kembali disampaikan.

‎Sebab, Maulid bukan hanya tentang mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga tentang bagaimana keteladanan beliau terus dihidupkan—dari lantunan shalawat menuju kehidupan nyata.‎

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.