1 Oktober 2026

‎“Lanjutkan yang Sudah Terbukti, Jangan Memulai dari Awal Tanpa Kepastian.”, Pesan Usdi Supriatna di Pilkades Sukamukti 2026

0

‎Sumedang | Metronasionalnews.com – 1 Oktober 2026.  Setiap desa memiliki cerita tentang bagaimana pembangunan tumbuh dari waktu ke waktu. Ada jalan yang dibangun, pelayanan yang dibenahi, program yang dilanjutkan, dan pekerjaan yang masih menunggu untuk dituntaskan. Di antara perjalanan itu, muncul pula gagasan tentang seperti apa pemerintahan desa di masa mendatang.
‎
‎Dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Sukamukti 2026, Usdi Supriatna, calon nomor urut 1, memperkenalkan gagasan melalui moto “Sukamukti Juara” dengan pesan “Lanjutkan yang Sudah Terbukti, Jangan Memulai dari Awal Tanpa Kepastian.”
‎
‎Pengalaman Usdi sebagai TNI AD dan Kepala Desa Sukamukti periode 2018–2026. Pengalaman itu ditempatkan sebagai salah satu dasar dari gagasan keberlanjutan pembangunan yang ia tawarkan kepada masyarakat.
‎
‎JUARA dan Empat Nilai yang Ditawarkan
‎Dalam materi visi dan misi yang dipublikasikan, kata JUARA dijabarkan melalui empat nilai: Jujur, Adil, Religius dan Amanah.
‎

‎Visi tersebut diarahkan pada terwujudnya Desa Sukamukti melalui pemerintahan yang profesional, berbasis digital, transparan dan akuntabel, dengan pembangunan yang disebut berkelanjutan, merata serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Jujur diterjemahkan melalui penekanan pada integritas dan profesionalisme aparatur desa. Digitalisasi pelayanan serta administrasi desa juga menjadi bagian dari gagasan yang disampaikan, dengan harapan proses pemerintahan dapat berlangsung secara lebih terbuka.
‎
‎Adil ditempatkan dalam gagasan pembangunan yang merata dan berkesinambungan, tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi maupun wilayah. Materi tersebut juga mencantumkan perhatian terhadap penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
‎
‎Sementara religius diarahkan pada penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan, kebersihan, gotong royong, toleransi dan kebersamaan.
‎
‎Adapun amanah dikaitkan dengan kepemimpinan yang bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan masyarakat, membuka ruang partisipasi serta memberikan kesempatan bagi masyarakat menyampaikan kritik dan masukan.
‎
‎Ketika Pengalaman Bertemu Gagasan Masa Depan
‎

‎Ada satu kalimat yang menjadi bagian penting dari materi pencalonan tersebut:
‎
‎“Pengalaman menjadi modal utama untuk melanjutkan pembangunan Desa Sukamukti.”
‎
‎Kalimat itu menggambarkan pendekatan yang ditawarkan Usdi, yakni melihat pembangunan desa sebagai sebuah perjalanan yang tidak harus selalu dimulai dari titik awal.
‎
‎Program yang dinilai telah berjalan baik disebut akan dilanjutkan, sementara pekerjaan yang belum selesai diarahkan untuk dituntaskan.
‎
‎Di tengah perkembangan pelayanan publik, gagasan mengenai digitalisasi pemerintahan desa, transparansi administrasi, akuntabilitas pembangunan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari wacana yang semakin penting dalam tata kelola pemerintahan desa.
‎
‎Bukan Hanya Tentang Pembangunan Fisik
‎

‎Jika pembangunan desa diibaratkan sebuah rumah, jalan, jembatan dan bangunan hanyalah bagian yang terlihat dari luar.
‎
‎Di dalamnya ada pelayanan. Ada administrasi. Ada hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ada ruang untuk menyampaikan aspirasi. Ada pula kebutuhan agar pembangunan direncanakan dan diawasi secara bersama.
‎
‎Gagasan Usdi menempatkan aspek-aspek tersebut dalam satu kerangka: pemerintahan yang disebut profesional, transparan dan berbasis digital, disertai pembangunan yang merata serta ruang partisipasi bagi masyarakat.
‎
‎Dengan pengalaman sebagai kepala desa pada periode sebelumnya, pengalaman tersebut kemudian diposisikan sebagai bekal untuk memasuki babak berikutnya.
‎
‎Pada titik inilah “Sukamukti Juara” bukan hanya menjadi rangkaian kata dalam materi pencalonan, tetapi menjadi identitas gagasan yang diperkenalkan Usdi kepada masyarakat.
‎Sukamukti dalam Ruang Demokrasi Desa
‎
‎Pilkades selalu membawa cerita tersendiri.
‎

‎Ada calon yang datang dengan pengalaman. Ada yang membawa gagasan baru. Ada yang menawarkan keberlanjutan. Ada pula masyarakat yang memiliki harapan berbeda tentang arah desanya.
‎
‎Karena itu, ruang demokrasi desa bukan semata-mata tentang siapa yang berdiri di depan, tetapi juga tentang gagasan apa yang dibawa dan bagaimana masyarakat melihatnya.
‎
‎Bagi Usdi Supriatna, nomor urut 1 menjadi identitas dalam kontestasi Pilkades Sukamukti 2026. Melalui “Sukamukti Juara”, ia menyampaikan empat nilai—Jujur, Adil, Religius dan Amanah—bersama gagasan digitalisasi pelayanan, pemerataan pembangunan, keberlanjutan program dan partisipasi masyarakat.
‎
‎Pada akhirnya, setiap gagasan akan berhadapan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
‎
‎Sebab desa bukan sekadar wilayah administratif. Ia adalah tempat warga menjalani kehidupan, membesarkan keluarga, bekerja, beribadah, bergotong royong dan menitipkan harapan kepada pemerintahan yang mereka pilih.


‎Di sanalah masa depan Sukamukti akan terus ditulis—bukan oleh satu nama saja, melainkan melalui kerja pemerintah dan masyarakat dalam menjaga, memperbaiki serta mengembangkan desa secara bersama.
‎
‎
‎
‎Wahyu BK
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.