Menteri Kependudukan Minta Petugas Turun ke Lapangan Percepat Penurunan Stunting di Bandung Barat

CISARUA — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menegaskan pentingnya aksi nyata di lapangan daripada sekadar diskusi administratif dalam mempercepat penurunan angka stunting. Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya saat meninjau penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di SPN Polda Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (30/9/2026).
Kedatangan rombongan kementerian disambut langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, bersama jajaran BKKBN Provinsi Jawa Barat dan Forkopimda. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pendampingan keluarga berisiko stunting berjalan optimal hingga tingkat akar rumput.
Di hadapan ribuan kader yang hadir, Wihaji meminta seluruh aparatur dan petugas lapangan untuk bergerak cepat dan responsif terhadap kondisi masyarakat.
“Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, turun ke lapangan, selesaikan masalah,” tegas Wihaji saat memberikan arahan.
Wihaji juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi sasaran prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Meski peninjauan menunjukkan distribusi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berjalan luas, ia mengingatkan agar standar kualitas dan keamanan pangan tetap dijaga ketat guna mencegah kendala operasional.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mencatat skala pelayanan kependudukan dan KB di wilayahnya cukup besar. Dari total 300.618 Pasangan Usia Subur (PUS), sebanyak 209.212 pasangan tercatat sebagai peserta KB aktif.
Capaian tersebut ditopang oleh 69 Penyuluh KB serta puluhan tenaga PPPK paruh waktu yang menjangkau seluruh kecamatan. Meski menghadapi kendala luas wilayah administratif, para petugas berupaya mengoptimalkan fasilitas operasional yang ada untuk memperluas jangkauan layanan.
Peran vital di tingkat tapak juga dipegang oleh ribuan kader TPK. Mereka menjadi ujung tombak dalam memantau tumbuh kembang anak, mendampingi keluarga berisiko stunting, serta memberikan edukasi pola asuh dan kesehatan reproduksi.
Pemerintah Daerah Bandung Barat bersama instansi terkait berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor. Intervensi stunting tidak hanya berfokus pada asupan gizi, tetapi juga mencakup penyediaan air bersih, sanitasi layak, hingga pencegahan pernikahan anak demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Asep Eker
