Ketua DPRD Sumedang Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pengamalan Nilai Kebangsaan

Sumedang | Metronasionalnews.com — Pancasila tidak cukup hanya dikenang dalam upacara. Nilai-nilainya perlu terus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dari ruang keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, hingga dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kabupaten Sumedang. Ketua DPRD Kabupaten Sumedang Sidik Jafar turut menghadiri upacara yang berlangsung di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis, 1 Oktober 2026. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang.
Suasana berlangsung khidmat. Sejumlah unsur pemerintahan dan pimpinan daerah turut hadir, mulai dari Wakil Bupati Sumedang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para kepala SKPD hingga tamu undangan lainnya.
Peringatan tahun ini menjadi ruang refleksi untuk kembali melihat Pancasila bukan semata sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai yang mengikat keberagaman Indonesia. Secara nasional, tema Hari Kesaktian Pancasila 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Bagi Sidik Jafar, momentum tersebut memiliki makna yang lebih jauh daripada seremoni tahunan. Hari Kesaktian Pancasila, menurut dia, menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga Pancasila sebagai ideologi dan kekuatan pemersatu bangsa di tengah perubahan serta tantangan zaman.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Kabupaten Sumedang, terutama generasi muda, untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari perilaku sehari-hari.
“Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, dan cinta tanah air harus terus kita hidupkan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Sidik Jafar.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 yang menempatkan pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan nyata sebagai bagian penting dari peringatan. Dalam konteks pemerintahan, nilai persatuan, gotong royong, keadilan dan penghormatan terhadap keberagaman juga menjadi bagian dari refleksi peringatan tahun ini.
Di tingkat daerah, Sidik menyatakan DPRD Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk terus menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses penyusunan kebijakan maupun peraturan daerah.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Sebab, bagi kehidupan berbangsa, Pancasila tidak berhenti pada teks yang dibacakan dalam upacara. Ia menemukan maknanya ketika gotong royong tumbuh di tengah masyarakat, ketika perbedaan dihormati, ketika musyawarah menjadi jalan mencari keputusan, dan ketika kepentingan bersama ditempatkan di atas kepentingan kelompok.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, terutama di ruang digital, tantangan menjaga persatuan juga hadir dalam bentuk baru. Karena itu, pengamalan nilai Pancasila membutuhkan keteladanan dan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Sumedang pun menjadi pengingat bahwa menjaga Pancasila bukan hanya tugas negara atau pemerintah, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk merawat persatuan Indonesia.
Wahyu BK
