Revitalisasi SDN Cijeler III, Sekolah Kampung Bersiap “Ngapung” Menuju Generasi Emas

Sumedang | Metronasionalnews.com – Mimpi tentang sekolah yang lebih layak kini mulai menemukan bentuknya di SDN Cijeler III. Dari sebuah sekolah yang berada di lingkungan perdesaan, tumbuh sebuah cita-cita besar: menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif agar anak-anak desa memiliki ruang belajar yang nyaman sekaligus kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi.
Harapan itu hadir melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026, bantuan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah yang bersumber dari APBN Tahun 2026.
Bagi keluarga besar SDN Cijeler III, program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Revitalisasi menjadi momentum untuk menata kembali wajah sekolah sekaligus memperkuat fondasi pendidikan bagi generasi yang akan datang.
Di balik pembangunan itu terdapat sebuah mimpi besar yang diusung P2SP SDN Cijeler III: menciptakan kualitas pendidikan terbaik yang dimulai dari tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.
Dari Sekolah Kampung untuk Berdaya Saing
Ada sebuah ungkapan sederhana yang menjadi semangat di balik cita-cita tersebut: “Sekolah kampung bisa ngapung.”
Maknanya, sekolah yang berada di lingkungan perdesaan tidak boleh merasa rendah diri. Sekolah kampung pun harus mampu terbang, berkembang dan memiliki daya saing dengan sekolah-sekolah di kawasan perkotaan.
Semangat itu seolah menemukan resonansinya dalam penggalan lagu Sunda yang akrab di telinga masyarakat:
“Nelengnenggung, neleng nenggung, gera gede jangkung, gera sakola ka Bandung.”
Sebuah ungkapan yang menyimpan pesan sederhana tentang harapan orang tua terhadap masa depan anak-anaknya: tumbuh besar, bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kini, semangat tersebut ingin diwujudkan melalui perubahan nyata.
Rencana revitalisasi mencakup pembangunan lima ruang kelas baru (RKB). Ruang kelas untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 dirancang dilengkapi toilet di dalam, sementara satu ruang lainnya diperuntukkan sebagai perpustakaan.
Penataan halaman sekolah juga menjadi bagian dari rencana tersebut, disertai pembangunan sarana olahraga bola voli.
Dengan fasilitas yang semakin baik, sekolah berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik secara lebih optimal.
Kepala Sekolah: Bukan Sekadar Bangunan
Kepala SDN Cijeler III, Asep Kosasih, menyambut baik program revitalisasi tersebut.
Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata berbicara mengenai perubahan fisik sekolah. Lebih jauh, sarana pendidikan yang layak merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan nyaman bagi anak-anak.
“Kami menyambut baik program revitalisasi pembangunan SD Cijeler III. Ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sehat, dan layak bagi anak-anak,” ujar Asep.
Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan baik, sesuai perencanaan dan standar yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga sekolah.
Bagi Asep, revitalisasi tersebut merupakan harapan baru.
“Anak-anak berhak belajar di lingkungan yang nyaman dan aman. Kami berharap pembangunan dapat berjalan lancar, berkualitas, serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan semangat belajar dan mutu pendidikan di SD Cijeler III.”

P2SP: Membangun Sekolah, Mempersiapkan Generasi Emas
Optimisme serupa disampaikan Ketua P2SP SDN Cijeler III, Muhamad Ayat.
Ia menegaskan, P2SP bertekad menjalankan amanah pembangunan dan penggunaan anggaran negara secara bertanggung jawab. Pembangunan yang dilakukan diharapkan benar-benar menghasilkan sarana pendidikan yang berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang.
Menurutnya, setelah sekian lama masyarakat Desa Cijeler, khususnya warga Dusun Cisambeng, menantikan terwujudnya relokasi dan bangunan sekolah yang lebih representatif.
Kini harapan tersebut mulai mendapatkan jalan.
“P2SP bertekad sesuai hasil rapat untuk menciptakan sarana dan prasarana yang berkualitas serta amanah dalam menjalankan anggaran negara. Setelah sekian lama masyarakat Desa Cijeler, khususnya Dusun Cisambeng, menantikan relokasi dan bangunan yang representatif, mudah-mudahan segera terwujud,” kata Muhamad Ayat.
Ia melihat pembangunan tersebut bukan hanya untuk kebutuhan hari ini. Lebih jauh, sekolah yang representatif menjadi bagian dari persiapan menuju lahirnya generasi emas 2045.
Semangat itu dirangkum dalam sebuah ungkapan yang sederhana namun sarat makna:
“Sekolahku Surgaku, Sekolahku Rumahku.”
Sekolah diharapkan bukan sekadar tempat anak-anak datang untuk belajar. Sekolah harus menjadi rumah kedua—tempat mereka merasa aman, nyaman, dihargai, sekaligus mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi.
Sarana Berkualitas, SDM Harus Melompat
Revitalisasi bangunan hanyalah satu bagian dari perjalanan.
Ketika sarana dan prasarana telah semakin baik, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan selaras.
Ruang kelas yang nyaman membutuhkan guru yang terus berkembang. Perpustakaan membutuhkan budaya membaca. Lapangan olahraga membutuhkan aktivitas yang membangun karakter dan kesehatan. Fasilitas yang baik harus dihidupkan dengan proses pendidikan yang baik pula.
Karena itu, mimpi SDN Cijeler III tidak berhenti pada bangunan baru.
Ada harapan agar peningkatan kualitas sarana-prasarana menjadi pemantik bagi peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, prestasi peserta didik dan keterlibatan seluruh warga sekolah.
Sebab sekolah yang hebat bukan hanya sekolah dengan bangunan yang indah.
Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu menjadikan fasilitas sebagai jalan menuju prestasi.
Sekolah Kampung yang Berani Bermimpi
Dari Cijeler, sebuah pesan sederhana sedang dibangun: sekolah di kampung juga boleh memiliki mimpi besar.
Tidak harus berada di tengah kota untuk memiliki fasilitas pendidikan yang layak. Tidak harus memiliki gedung megah untuk melahirkan anak-anak berprestasi.
Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk berbenah, kolaborasi, pengelolaan yang amanah dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Revitalisasi SDN Cijeler III menjadi bagian dari perjalanan panjang itu.
Lima ruang kelas baru, perpustakaan, penataan halaman dan sarana olahraga bukan sekadar daftar pembangunan. Di baliknya terdapat wajah-wajah anak yang kelak akan mengisi masa depan.
Mereka yang hari ini belajar membaca, berhitung dan mengenal dunia, suatu hari nanti bisa menjadi guru, dokter, insinyur, pengusaha, pemimpin maupun profesi lain yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, membangun sekolah sesungguhnya adalah membangun manusia.
Dan membangun manusia adalah menanam masa depan.
SDN Cijeler III boleh berada di kampung, tetapi mimpinya tidak boleh sekampungan.
Dari sarana yang lebih baik, diharapkan lahir pembelajaran yang lebih berkualitas. Dari pembelajaran yang berkualitas, tumbuh sumber daya manusia yang unggul. Dan dari generasi yang unggul, terbuka jalan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Wahyu BK
