25 Februari 2026

Menembus Arus, Menjemput Berkah: Paket Ramadhan dari Arab Saudi Tiba di Pelosok Sumedang‎

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Pagi itu sungai mengalir tenang, seolah menyimpan cerita tentang perjalanan panjang yang akan dilalui. Perahu kecil bergerak perlahan, membelah arus yang tak selalu bersahabat. Di atasnya, beberapa paket bantuan pangan tersusun rapi—sebuah titipan kebaikan dari negeri yang jauh, dari Tanah Suci Arab Saudi, untuk wargi Sumedang yang tinggal di kawasan 3T: tertinggal, terdepan, dan terluar.

‎Di balik indahnya bentang alam Sumedang, masih ada sudut-sudut sunyi yang aksesnya tak mudah dijangkau. Jalan setapak yang sempit, arus sungai yang harus dilawan, hingga jarak yang memisahkan dari pusat keramaian menjadi bagian dari keseharian warga di sana. Banyak di antara mereka adalah lansia dan kaum duafa yang menjalani hidup dalam keterbatasan ekonomi.

‎Bantuan paket Ramadhan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (King Salman Relief) yang bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten Sumedang menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis. Dari Arab Saudi, kebaikan itu menempuh perjalanan lintas negara, lalu menyusuri sungai-sungai kecil demi memastikan setiap paket sampai ke tangan yang berhak menerimanya.

‎Tak sedikit yang terharu saat bantuan itu tiba. Senyum para lansia merekah sederhana. Bagi sebagian orang, mungkin paket pangan itu hanyalah sekotak sembako. Namun bagi mereka, itu adalah ketenangan untuk beberapa waktu ke depan—jaminan bahwa sahur dan berbuka bisa dilalui tanpa rasa cemas.

‎“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami,” ujar salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan itu lirih, tetapi sarat makna.



‎Kawasan 3T bukan sekadar label administratif. Ia adalah gambaran tentang perjuangan. Tentang warga yang harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan dasar. Tentang para orang tua yang tetap bertahan di tanah kelahiran, meski akses ekonomi terbatas. Dan tentang harapan yang tak pernah padam, sekalipun hidup terasa berat.

‎Melalui kolaborasi ini, Ramadhan terasa lebih hangat. King Salman Relief menghadirkan sentuhan kemanusiaan global, sementara BAZNAS Sumedang memastikan bantuan itu tersalurkan tepat sasaran. Sinergi lintas negara dan lembaga itu menjadi simbol bahwa solidaritas umat melampaui sekat wilayah.

‎Ketua  BAZNAS Sumedang menyampaikan bahwa distribusi bantuan ke wilayah sulit dijangkau memang memerlukan usaha ekstra. Namun komitmen untuk melayani masyarakat, terutama yang paling membutuhkan, menjadi prioritas utama.

‎“Perjalanan ini mungkin melelahkan, tetapi melihat senyum warga, semua terasa terbayar,” ungkap salah satu tim distribusi.



‎Ramadhan adalah bulan rahmat. Di fase-fase awalnya, pintu-pintu kasih sayang seakan terbuka lebih lebar. Bantuan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa mereka tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang peduli, ada doa-doa yang melintas batas negara.

‎Di desa terpencil itu, ketika matahari mulai condong ke barat dan waktu berbuka semakin dekat, paket-paket Ramadhan telah tersimpan rapi di rumah-rumah sederhana. Di antara dinding kayu dan lantai tanah, terselip rasa syukur yang tulus.

‎Kebaikan memang tak selalu datang dengan gemuruh. Kadang ia hadir dengan perahu kecil, melawan arus sungai, membawa pesan sederhana: bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya.

‎Dan di Sumedang, Ramadhan tahun ini menjadi saksi—bahwa dunia bisa terasa lebih dekat, ketika hati-hati saling terhubung dalam kepedulian.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.