27 Mei 2026

Qurban Menjadi Jembatan Kepedulian, Basory Anto Tebar Kebahagiaan Idul Adha untuk Warga Temboro

0
oplus_2

MAGETAN — Aroma kebersamaan dan hangatnya kepedulian terasa begitu kental dalam kegiatan penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di area cucian pasir milik Basory Anto, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Rabu (27/5/2026).

Di tengah gema takbir Hari Raya Idul Adha, qurban bukan hanya menjadi prosesi penyembelihan hewan semata, melainkan berubah menjadi jembatan kasih yang menghubungkan rasa syukur dengan kepedulian terhadap sesama.

Dengan penuh keikhlasan, keluarga Basory Anto menyalurkan empat ekor sapi dan enam ekor kambing kepada masyarakat. Sebagian disalurkan ke sejumlah masjid, sebagian lainnya diberikan kepada pemuda karang taruna, dan sisanya dibagikan langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Yang penting semua bisa merasakan. Walaupun sedikit, yang penting kebagian,” tutur Basory dengan nada rendah hati.

Kalimat sederhana itu seakan menjadi embun penyejuk di tengah kehidupan masyarakat. Baginya, kebahagiaan tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan dari seberapa tulus seseorang mampu berbagi.

Tiga ekor sapi disalurkan ke beberapa masjid di wilayah Desa Temboro dan sekitarnya. Sementara dua ekor kambing diberikan kepada para pemuda karang taruna sebagai bentuk dukungan terhadap semangat gotong royong generasi muda.

Sedangkan satu ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih di lokasi kegiatan untuk dibagikan kepada pekerja dan masyarakat sekitar. Sedikitnya sekitar 200 kepala keluarga ikut merasakan berkah qurban tersebut.

oplus_2

Pembagian dilakukan secara terkoordinasi bersama pengurus masjid agar bantuan benar-benar menyentuh warga yang belum menerima daging qurban. Langkah itu ibarat menyalakan lilin kecil di banyak rumah, agar cahaya kebahagiaan bisa dirasakan secara merata.

Beberapa masjid yang menerima hewan qurban di antaranya Masjid Al Muttaqin, Masjid Dungkepoh, Masjid Al Ikhsan. Di balik kesederhanaannya, Basory Anto menyimpan pesan kehidupan yang begitu dalam. Menurutnya, manusia sejatinya hanyalah titipan kehidupan yang tidak memiliki apa-apa selain kesempatan untuk berbuat baik.

“Kita hidup itu sebenarnya tidak punya apa-apa. Kalau belajar ikhlas, itu kunci kesuksesan,” ujarnya.

Ucapan tersebut menggambarkan bahwa keikhlasan adalah akar dari ketenangan hidup. Semakin seseorang gemar berbagi, maka hatinya akan semakin lapang seperti langit setelah hujan reda.

Ia juga mengingatkan bahwa rezeki yang datang bukan untuk ditimbun sendiri, melainkan untuk dialirkan kepada mereka yang membutuhkan. Sebab, tangan yang memberi sering kali menjadi jalan datangnya keberkahan yang tidak disangka-sangka.

“Kalau ada rezeki lebih, ya dibagikan ke masyarakat, panti asuhan, dan yang membutuhkan. Kita hanya mengharap ridho Allah,” tambahnya.

Momentum Hari Raya Idul Adha di Desa Temboro kali ini menjadi bukti bahwa qurban bukan sekadar tentang daging yang dibagikan, tetapi tentang hati yang dipersatukan. Di tengah kesibukan dunia, kepedulian masih tumbuh subur, mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir ketika seseorang mampu membuat orang lain ikut tersenyum.(Sgta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.