10 Maret 2026

Rumah Aspirasi Ramah Anak Diluncurkan, H.Ateng Sutisna Dorong Ruang Demokrasi Inklusif di Majalengka

0

Majalengka, 7 Maret 2026 — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS daerah pemilihan Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka, dan Subang), Ateng Sutisna, resmi meluncurkan program RARA (Rumah Aspirasi Ramah Anak) dalam rangkaian kegiatan reses yang berlangsung pada 20 Februari hingga 9 Maret 2026.
Peluncuran program tersebut digelar di Rumah Aspirasi “Saung Nganteur Kahayang”, yang juga menjadi lokasi Padepokan Domba Tangkas Garut Condra Wisesa di Kabupaten Majalengka.

Melalui program ini, Ateng berharap rumah aspirasi tidak hanya menjadi tempat bertemunya wakil rakyat dengan konstituen, tetapi juga berkembang menjadi ruang yang ramah, aman, dan inklusif bagi anak-anak.
Menurut Ateng, selama ini rumah aspirasi identik sebagai ruang komunikasi politik antara masyarakat dan wakil rakyat. Namun dalam perkembangan pembangunan sosial, rumah aspirasi juga perlu menjadi ruang partisipasi publik yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk generasi muda.


“Rumah aspirasi adalah ruang interaksi antara anggota DPR dengan masyarakat di daerah pemilihan. Tetapi ke depan, rumah aspirasi juga harus menjadi ruang partisipasi yang terbuka, termasuk bagi anak-anak,” ujar Ateng dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:Reses H. Rismanto di Cihanjuang Rahayu Banjir Apresiasi, Warga: “Ilmunya Ngena Banget!”

Ia menjelaskan, gagasan Rumah Aspirasi Ramah Anak selaras dengan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang tengah didorong pemerintah, serta sejalan dengan prinsip-prinsip Konvensi Hak Anak yang menekankan perlindungan, partisipasi, serta pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ateng menilai, anak-anak sejatinya juga merupakan bagian dari konstituen yang diwakili oleh anggota DPR. Namun dalam praktiknya, suara dan aspirasi anak jarang mendapat ruang dalam proses politik maupun pengambilan kebijakan.


“Padahal anak-anak memiliki banyak kebutuhan penting, mulai dari pendidikan yang berkualitas, ruang bermain yang aman, perlindungan dari kekerasan, hingga akses literasi dan lingkungan yang sehat. Rumah aspirasi dapat menjadi saluran informal bagi suara mereka,” jelasnya.


Selain sebagai wadah aspirasi, rumah aspirasi ramah anak juga diharapkan menjadi sarana pendidikan demokrasi sejak dini. Berbagai kegiatan edukatif akan digelar, seperti simulasi parlemen anak, diskusi kebangsaan, hingga pengenalan fungsi lembaga negara.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat memahami bagaimana aspirasi masyarakat disampaikan dan bagaimana kebijakan publik dirumuskan.


“Pendidikan demokrasi sejak dini penting untuk membangun generasi yang melek konstitusi dan memahami proses bernegara,” tambahnya.


Dalam implementasinya, program RARA juga diarahkan menjadi pusat literasi komunitas serta sarana pengembangan karakter anak. Hal ini dinilai penting mengingat tingkat literasi masyarakat di sejumlah daerah masih tergolong rendah.
Lebih dari itu, rumah aspirasi juga diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi sosial bagi anak dan keluarga. Berbagai persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga, perundungan (bullying), pernikahan dini, hingga anak putus sekolah dapat didiskusikan dan dicarikan solusi bersama.


“Atas dasar itu, rumah aspirasi tidak boleh hanya menjadi kantor politik. Ia harus berkembang menjadi ruang demokrasi yang inklusif dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” tegas Ateng.


Sebagai bentuk penguatan program, di Rumah Aspirasi Saung Nganteur Kahayang juga akan dibangun perpustakaan dan taman bacaan anak, serta pojok permainan edukatif yang dapat diakses secara gratis oleh anak-anak dan warga sekitar.
Selain itu, Ateng turut menggandeng Yayasan SARBI Adiwiyata Center untuk menghadirkan program perpustakaan keliling yang akan menyambangi berbagai sekolah di wilayah Majalengka. Program ini diharapkan mampu memperluas akses literasi bagi pelajar sekaligus menumbuhkan minat baca sejak usia dini.


Dengan hadirnya program Rumah Aspirasi Ramah Anak, Ateng berharap rumah aspirasi DPR RI dapat berfungsi lebih luas sebagai ruang pembelajaran sosial bagi masyarakat sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap lingkungan serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.