11 Maret 2026

Ngabuburit Hijaukan Alam! TNI–Polri, Perhutani dan Relawan Tanam 200 Pohon di Bekas Longsor Cigendel

0

Sumedang| Metronasionalnews.com – Dalam suasana Ramadhan yang penuh makna, puluhan anggota TNI–Polri bersama unsur pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lokasi bekas bencana longsor Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasa sore (10/3/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB tersebut mengusung tema “Ngabuburit Hejokeun Leweung” yang berarti menunggu waktu berbuka puasa sambil menghijaukan kembali hutan. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.


Kegiatan diawali dengan apel gelar penanaman pohon bersama yang dipimpin langsung oleh Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan. Hadir dalam kegiatan tersebut Waka ADM Perhutani beserta anggota Polisi Hutan, Kapolsek Pamulihan Iptu Pol Tri Sunu beserta anggota, unsur TNI–Polri, Pemerintah Kecamatan Pamulihan, Relawan Bencana Riksa, Mahasiswa Pencinta Alam Rimbawan dan Maperpa UNWIM, Pelajar Pencinta Alam Ariapaga SMAN Tanjungsari, serta warga masyarakat Desa Cigendel.


Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 batang pohon keras ditanam di sekitar tebing lokasi longsor. Jenis pohon yang ditanam di antaranya Damar, Rasamala, Ganitri, Puspa, Matoa, dan Salam yang dikenal memiliki akar kuat sehingga mampu membantu memperkuat struktur tanah di daerah lereng.
Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengantisipasi potensi bencana longsor di masa mendatang, sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi arus mudik Lebaran Tahun 2026, mengingat wilayah sekitar Cadas Pangeran merupakan salah satu jalur strategis yang rawan terhadap bencana alam.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Penanaman pohon ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi lingkungan agar kawasan ini kembali hijau dan lebih aman dari potensi longsor,” ujar Kapten Agus.


Suasana kegiatan semakin terasa hangat karena dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Para peserta menanam pohon dengan penuh semangat sambil menikmati momen ngabuburit yang bermanfaat bagi alam dan keselamatan masyarakat.
Dengan adanya gerakan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin meningkat, serta kawasan rawan bencana dapat kembali hijau dan lebih stabil sehingga risiko longsor dapat diminimalisir di masa mendatang.

Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.