Paguyuban Online Sumedang Serukan May Day Damai, Tolak Aksi Anarkis

Sumedang | Metronasionalnews.com — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, suara yang berbeda justru menguat dari Sumedang. Bukan teriakan tuntutan di jalan, melainkan ajakan menenangkan: menjaga kedamaian, menolak provokasi, dan merawat ruang publik agar tetap aman bagi semua.
Pesan itu datang dari Paguyuban Online Sumedang (POS)—komunitas para pengemudi transportasi berbasis aplikasi yang sehari-hari menghidupi jalanan kota.
Melalui sebuah kampanye visual yang beredar di media sosial, mereka menyampaikan sikap tegas: menolak aksi anarkis dan mengedepankan cara-cara damai dalam menyuarakan aspirasi.
Dalam poster yang beredar, sejumlah driver dari berbagai platform tampak berdiri berdampingan. Seragam berbeda, warna berbeda, namun satu pesan yang sama: “Bersatu Online, Berdamai di Dunia Nyata.” Sebuah kalimat sederhana yang menyimpan makna dalam—bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling menjaga.
Ketua POS Kang Reza, menyampaikan bahwa sikap ini lahir dari kesadaran kolektif para driver yang setiap hari berada di tengah masyarakat. Mereka tahu betul bagaimana kericuhan di jalan dapat berdampak langsung pada keamanan, kenyamanan, bahkan penghasilan banyak orang.
“May Day adalah momen penting bagi para pekerja, termasuk kami. Tapi kami percaya, menyampaikan aspirasi tidak harus dengan kekerasan. Sumedang harus tetap aman, karena ini rumah kita bersama,” ujarnya.
Gerakan ini tidak berdiri sendiri. Ia muncul di tengah kekhawatiran akan potensi gesekan yang kerap mengiringi aksi massa di berbagai daerah. Paguyuban Online Sumedang memilih jalur berbeda—mengajak dialog, menolak provokasi, dan mengedepankan kesadaran kolektif.
Bagi mereka, jalanan bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang hidup yang harus dijaga. Setiap hari mereka mengantar penumpang, makanan, dan harapan. Maka, menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Seruan damai ini juga menjadi pengingat bahwa di balik riuhnya isu perburuhan, ada wajah-wajah pekerja yang memilih tetap tenang, tetap rasional, dan tetap peduli pada lingkungan sekitarnya.
Di Sumedang, May Day tidak hanya tentang tuntutan, tetapi juga tentang pilihan—apakah ingin membakar emosi, atau menyalakan kesadaran.
Dan dari para driver online itu, pesan sederhana mengalir:
bahwa menjaga damai adalah bentuk keberanian yang paling nyata.
Wahyu BK
