Belum Mampu Berkurban? BAZNAS Sumedang Ajak Warga Tebar Kebaikan Lewat Sedekah Daging

Sumedang | Metronasionalnews.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, semangat berbagi kembali digaungkan. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan finansial untuk menunaikan ibadah kurban secara utuh. Menjawab kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumedang menghadirkan program Sedekah Daging, sebuah gerakan sosial yang membuka ruang bagi masyarakat untuk tetap berbagi kebahagiaan meski belum mampu berkurban.
Melalui kampanye digital yang disebarluaskan di media sosial, BAZNAS Sumedang mengajak masyarakat agar tidak berkecil hati jika tahun ini belum memiliki rezeki cukup untuk membeli hewan kurban. Sebaliknya, masyarakat tetap dapat berpartisipasi dalam semangat Idul Adha melalui sedekah terbaik sesuai kemampuan.
Dalam poster kampanye tersebut tertulis pesan sederhana namun menyentuh: “Belum bisa kurban tahun ini? Tenang aja, kita bisa menunaikan sedekah daging.” Pesan itu menjadi pengingat bahwa nilai berbagi tidak selalu diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari keikhlasan hati.
Program Sedekah Daging ini memungkinkan masyarakat menyalurkan infak yang nantinya akan digunakan untuk membantu menghadirkan daging bagi masyarakat kurang mampu, khususnya mereka yang dalam kesehariannya jarang menikmati makanan bergizi seperti daging.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, menyampaikan bahwa Idul Adha sejatinya bukan hanya momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga perayaan solidaritas sosial.
“Tidak semua orang bisa membeli sapi atau kambing, tapi semua orang punya kesempatan untuk berbagi. Melalui Sedekah Daging, kami ingin membuka pintu amal bagi siapa saja,” ujarnya.
Program ini sekaligus menjadi bentuk edukasi bahwa ibadah sosial dalam Islam memiliki ruang yang luas. Jika kurban belum memungkinkan, sedekah tetap menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian keluarga, pendekatan seperti ini dinilai relevan. Tidak ada tekanan untuk harus mampu, melainkan ajakan agar tetap terlibat dalam kebahagiaan kolektif Idul Adha.
Bagi penerima manfaat, program ini lebih dari sekadar pembagian daging. Ia menjadi simbol bahwa masih ada tangan-tangan baik yang peduli, bahkan dari mereka yang mungkin sama-sama sedang berjuang.
Idul Adha memang identik dengan pengorbanan. Namun di balik itu, ada pesan yang lebih dalam: tentang kepedulian, keikhlasan, dan berbagi tanpa harus menunggu berlebih.
Karena kadang, satu sedekah kecil dari seseorang bisa menjelma menjadi kebahagiaan besar di meja makan keluarga lain.
Wahyu BK
