Akses ke SDN Malati Tergerus Longsor, Warga Minta Penanganan Darurat

Sumedang | Metronasionalnews.com – Hujan yang turun tanpa jeda seolah kembali mengingatkan rapuhnya sebagian wilayah di Sumedang. Di Dusun Cieurih, Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, tanah tak lagi mampu menahan beban air yang terus meresap. Jumat pagi (17/04/2026), warga mendapati kenyataan pahit: sebagian badan jalan yang menjadi akses utama menuju SDN Malati telah amblas, tergerus longsor yang datang diam-diam di malam hari.
Tak ada suara gemuruh yang sempat terekam warga. Longsor itu bekerja senyap, meninggalkan jejak berupa jalan yang menggantung di tepi jurang. Separuhnya hilang, menyisakan lintasan sempit yang kini hanya bisa dilalui sepeda motor dengan kehati-hatian ekstra.
Di lokasi, suasana berubah menjadi campuran antara cemas dan waspada.
Para pengguna jalan memperlambt laju, menimbang setiap langkah. Di antara mereka, ada para guru dan siswa yang setiap hari menggantungkan perjalanan pada jalur tersebut.
“Motor masih bisa lewat, tapi sangat berisiko. Tanahnya labil, khawatir ada longsor susulan,” ujar seorang guru SDN Malati, sembari mengawasi siswa yang melintas dengan hati-hati.
Bagi warga setempat, ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur. Ini soal keselamatan anak-anak yang setiap pagi harus menapaki jalan yang kini tak lagi utuh. Kekhawatiran kian menguat seiring cuaca yang belum menunjukkan tanda bersahabat. Jika hujan kembali mengguyur dengan intensitas tinggi, bukan tak mungkin akses itu terputus sepenuhnya.
Situasi ini pun memantik desakan. Warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu keadaan memburuk. Mereka meminta perhatian serius dari instansi terkait, mulai dari sektor pendidikan hingga penanggulangan bencana dan infrastruktur.
Dinas Pendidikan diharapkan segera memastikan keamanan akses bagi para siswa, sementara BPBD dan Dinas PUPR didorong untuk mengambil langkah darurat—baik berupa penanganan sementara maupun perbaikan permanen agar longsor tidak meluas.
Di tengah keterbatasan, warga hanya bisa saling mengingatkan. Jalan yang dulu dilalui tanpa pikir panjang, kini menuntut kewaspadaan di setiap langkah. Hingga ada penanganan nyata, jalur Dusun Cieurih menuju SDN Malati akan tetap menjadi lintasan penuh risiko—tempat di mana keselamatan menjadi taruhan setiap hari.
Wahyu BK
