BOBOTOH KOLOT Sumedang Soroti Penentuan Venue Semifinal Piala Presiden 2026, Nilai Persiapan Suporter Terganggu

Sumedang | Metronasionalnews.com – 2 Agustus 2026. Keputusan Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 terkait penentuan venue babak semifinal menuai tanggapan dari kalangan suporter. BOBOTOH KOLOT (BOBOKO) Distrik Sumedang menyampaikan kekecewaannya terhadap penetapan lokasi pertandingan yang diumumkan menjelang pelaksanaan laga.
Sebelumnya, Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 melalui surat bernomor 150/PP-OC/VIII/2026 tertanggal 1 Agustus 2026 telah mengumumkan berakhirnya babak penyisihan Grup A beserta klasemen akhir. Surat yang ditandatangani Ketua Panitia Pelaksana, Tsamara Amany, tersebut juga menjadi dasar penentuan tim-tim yang melaju ke fase berikutnya.
Usai pengumuman tersebut, perhatian publik tertuju pada pelaksanaan babak semifinal. Namun, menurut BOBOKO Distrik Sumedang, penetapan venue yang dilakukan mendekati hari pertandingan dinilai kurang memberikan kepastian bagi klub maupun suporter yang telah mempersiapkan perjalanan untuk mendukung tim kesayangannya.
Sekretaris Jenderal BOBOKO Distrik Sumedang, Joko Sutejo, mengatakan pihaknya tetap menghormati penyelenggaraan Piala Presiden sebagai turnamen pramusim nasional. Meski demikian, ia berharap penyelenggara juga mempertimbangkan kepentingan para suporter.
“Kami menghargai Piala Presiden sebagai ajang pramusim, tapi tolong hargai juga kami sebagai suporter. Masa venue berubah H-2,” ujarnya.
Menurut Joko, kepastian lokasi pertandingan seharusnya ditetapkan sejak awal turnamen agar seluruh pihak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan, baik dari sisi klub maupun suporter.
Ia menilai, kompetisi sepak bola yang dikelola secara profesional semestinya memiliki perencanaan yang matang, termasuk dalam penentuan stadion penyelenggara. Sebagai perbandingan, ia menyinggung kompetisi tingkat internasional yang umumnya telah menetapkan venue jauh sebelum pertandingan digelar.
”Piala Presiden seharusnya menjadi contoh tata kelola turnamen yang baik. Penentuan venue idealnya sudah dipastikan sejak awal. Kalau ada tim yang akhirnya bermain di stadion yang menjadi kandangnya pada partai tertentu, itu merupakan konsekuensi kompetisi, bukan sesuatu yang harus dihindari dengan perubahan mendadak,” katanya.
Joko juga menyampaikan bahwa perubahan lokasi pertandingan hanya beberapa hari sebelum laga berpotensi menyulitkan suporter yang telah mengatur perjalanan, akomodasi, maupun kebutuhan lainnya.
”Keputusan venue semifinal berubah di H-2? Ini bukan turnamen tarkam. Hargai persiapan klub dan perjalanan suporter,” tegasnya.
BOBOKO Distrik Sumedang berharap penyelenggara dapat menjadikan masukan dari suporter sebagai bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan Piala Presiden pada masa mendatang. Menurut mereka, transparansi, kepastian jadwal, dan penetapan venue sejak awal merupakan bagian penting dari tata kelola kompetisi yang profesional, sehingga seluruh pemangku kepentingan, mulai dari klub, pemain, hingga suporter, dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Wahyu BK
