19 Oktober 2026

Buka Pekan Olahraga Guru 2026, Bupati Sumedang Tekankan Sportivitas dan Keteladanan

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Lapangan olahraga kembali menjadi ruang untuk mempertemukan para pendidik dalam semangat yang lebih luas dari sekadar mengejar kemenangan. Pekan Olahraga Guru (Forgu) PGRI Kabupaten Sumedang 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Tadjimalela, Sumedang, Senin (19/10/2026).
‎
‎Ajang olahraga yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumedang tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antarguru, menjaga kebugaran sekaligus menumbuhkan sportivitas dan solidaritas di kalangan tenaga pendidik.
‎
‎Pembukaan Forgu 2026 dihadiri Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati M. Fajar Aldila, perwakilan PGRI Jawa Barat, unsur DPRD, Dinas Pendidikan, jajaran pengurus PGRI Kabupaten Sumedang, para kepala sekolah, atlet, serta ofisial dari berbagai wilayah.
‎
‎Bagi Bupati Dony, olahraga bagi guru memiliki makna yang lebih jauh. Di tengah kesibukan menjalankan tugas mendidik generasi muda, guru juga membutuhkan ruang untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan sesama.
‎
‎“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Kabupaten Sumedang yang telah menyelenggarakan Pekan Olahraga Guru,” ujar Dony.
‎
‎Menurutnya, guru yang sehat akan memiliki energi dan produktivitas yang lebih baik dalam menjalankan tugasnya di sekolah.
‎
‎“Kalau gurunya kuat, insyaallah akan mengajar dengan lebih hebat. Kegiatan ini juga mendorong kita untuk terus bergerak dan berolahraga, sehingga tubuh sehat, produktivitas meningkat, dan kegiatan mengajar menjadi lebih baik,” katanya.
‎
‎Namun, ada pesan lain yang ditekankan Dony di balik kompetisi tersebut. Sportivitas, menurut dia, harus menjadi bagian dari keteladanan seorang guru.
‎Guru selama ini mengajarkan siswa tentang kejujuran, kedisiplinan dan sikap sportif. Nilai yang sama, kata Dony, harus terlihat dalam perilaku para pendidik ketika berada di arena pertandingan.
‎
‎Ia meminta seluruh peserta menjaga suasana kompetisi tetap kondusif dan tidak menjadikan perbedaan hasil pertandingan sebagai alasan untuk merusak persaudaraan.
‎
‎“Bersaing harus, tetapi persaudaraan lebih dari itu. Jangan sampai ada yang berkelahi. Guru harus menjadi teladan, baik bagi sesama guru maupun bagi para pelajar,” tegasnya.
‎
‎Pesan tersebut menjadi penting karena Forgu bukan sekadar arena untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Di antara pertandingan dan persaingan, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni membangun kebersamaan para guru yang sehari-hari disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab di sekolah.
‎
‎Panitia menyebut Forgu PGRI Kabupaten Sumedang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun. Selain mempererat komunikasi antarguru, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi pertandingan pada jenjang yang lebih tinggi.
‎
‎Karena itu, para atlet, wasit dan seluruh pihak yang terlibat diingatkan untuk menjunjung tinggi sportivitas serta memperhatikan keselamatan selama pertandingan.
‎
‎Dony pun berharap Forgu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, olahraga diharapkan tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup para pendidik.
‎
‎Sebab di balik tubuh yang sehat, ada guru yang lebih siap mengajar. Di balik persaingan yang sehat, ada persaudaraan yang tetap terjaga.
‎Dan di balik kemenangan, ada keteladanan yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.
‎
‎Melalui Forgu 2026, PGRI Kabupaten Sumedang tidak hanya mencari juara di arena pertandingan, tetapi juga berupaya menumbuhkan semangat sehat, sportif, solid dan berprestasi di kalangan para pendidik.
‎
‎
‎
‎
‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.