20 Mei 2026

Cinta Persib Jangan Merugikan: Bobotoh Diajak Dewasa Jaga GBLA

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com – Euforia menjelang laga penentuan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) semakin terasa di berbagai sudut Kota Bandung. Lautan biru dipastikan akan memenuhi stadion saat Maung Bandung menjalani laga penentuan menghadapi Persijap Jepara, yang berpotensi mengunci gelar juara Liga 1 musim ini sekaligus mencatatkan hattrick juara yang akan menjadi sejarah tersendiri bagi klub kebanggaan Jawa Barat itu, pada Sabtu (23/5/2026).

‎Namun di tengah besarnya antusiasme itu, muncul satu pesan yang terus digaungkan berbagai pihak: jangan sampai cinta kepada Persib justru berubah menjadi tindakan yang merugikan klub sendiri.

‎Seruan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, sepak bola Indonesia berkali-kali tercoreng akibat ulah oknum suporter yang melakukan kerusuhan, menyalakan flare dan petasan, turun ke lapangan, hingga menciptakan suasana tidak kondusif di stadion.

‎Padahal, sanksi dari federasi tidak hanya berdampak pada klub secara administratif, tetapi juga mencederai perjuangan pemain dan ribuan bobotoh lain yang datang dengan niat memberikan dukungan positif.

‎Menjelang laga di GBLA, para pendukung Persib kembali diingatkan untuk menaati seluruh aturan panitia pelaksana (Panpel). Suporter diminta tidak turun ke lapangan, tidak membuat keributan, serta tidak menyalakan flare maupun petasan di area stadion.

‎Imbauan lainnya juga menyentuh persoalan yang selama ini kerap menjadi sumber masalah, yakni konsumsi minuman keras sebelum pertandingan berlangsung. Penonton diminta tidak datang ke stadion dalam keadaan mabuk demi menjaga keamanan bersama.

‎Selain itu, bobotoh juga diajak menghindari nyanyian bernada rasis dan provokatif. Sebaliknya, suporter diminta lebih banyak memberikan dukungan positif kepada pemain melalui chant penyemangat maupun lantunan yang menciptakan suasana damai di tribun.

‎Di tengah semangat sepak bola yang begitu besar di Bandung, banyak pihak menilai kedewasaan suporter kini menjadi ujian penting. Sebab mendukung klub tidak cukup hanya dengan memenuhi tribun stadion, tetapi juga menjaga nama baik Persib di mata publik nasional.

‎Ada satu hal yang sering terlupakan dalam hiruk-pikuk pertandingan: kemenangan terbesar sebuah suporter bukan hanya saat timnya juara, tetapi ketika mampu menunjukkan bahwa sepak bola bisa dirayakan tanpa kekerasan dan tanpa merugikan siapa pun.

‎Karena itu, masyarakat yang hadir di GBLA juga diminta aktif melaporkan kepada pihak keamanan apabila menemukan penyusup atau oknum suporter yang berpotensi memancing keributan.

‎Laga Persib kali ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ia adalah momentum besar yang bisa menjadi sejarah indah bagi Bandung. Dan sejarah itu akan terasa lebih bermakna jika dirayakan dengan tertib, damai, dan penuh kebanggaan.

‎Sebab cinta sejati kepada Persib bukan ditunjukkan lewat flare yang menyala atau amarah di tribun, melainkan lewat sikap dewasa yang menjaga klub tetap dihormati, baik di dalam maupun di luar lapangan.



Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.