25 September 2026

Dari Cilutung, Mimpi-Mimpi Kecil Itu Tumbuh: TK PGRI Mekarmukti Sambut Revitalisasi

0

‎Sumedang Metronasionalnews.com — Jum’at, 25 September 2026. Pagi-pagi di Dusun Cilutung, Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, suara anak-anak selalu punya cara sendiri untuk menghidupkan suasana.
‎
‎Tawa kecil, langkah-langkah mungil, juga suara guru yang membimbing mereka mengenal huruf, angka, warna dan dunia. Di tempat sederhana itu, masa depan sedang tumbuh—pelan, polos, tetapi penuh harapan.
‎Kini, harapan tersebut mendapat ruang yang lebih luas.
‎
‎TK PGRI Mekarmukti menerima bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp329.651.000, bersumber dari APBN.
‎
‎Bagi sebuah lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak 1991, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam sebuah dokumen anggaran. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah pengabdian kepada anak-anak dan masyarakat.
‎
‎Hampir tiga setengah dekade TK PGRI Mekarmukti bertahan dan tumbuh bersama perubahan zaman. Pada 2018, sekolah ini berpindah bangunan. Dan kini, setelah melewati perjalanan panjang itu, sentuhan revitalisasi kembali menghadirkan harapan baru.
‎
‎Di sekolah tersebut, saat ini terdapat 22 peserta didik, terdiri dari 6 anak Kelas A dan 16 anak Kelas B.
‎
‎Jumlahnya mungkin tidak banyak.
‎Namun dari 22 anak itulah, ada 22 mimpi yang sedang disemai.
‎
‎Ada cita-cita yang belum mereka kenal namanya. Ada masa depan yang belum mereka bayangkan. Dan ada orang-orang dewasa yang hari ini berusaha memastikan bahwa perjalanan menuju masa depan itu dimulai dari tempat yang aman, nyaman dan layak.
‎
‎Bukan Sekadar Bangunan
‎
‎Kepala TK PGRI Mekarmukti, Ai Rosmiati, S.Pd., menyambut bantuan revitalisasi tersebut dengan rasa syukur.
‎
‎Ia mewakili para guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua dan seluruh keluarga besar sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sarana pendidikan anak usia dini.
‎
‎“Kami atas nama Kepala TK PGRI Mekarmukti, para guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua serta seluruh keluarga besar TK mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang telah diberikan kepada sekolah kami.”
‎
‎Bagi Ai, bantuan itu adalah amanah.
‎Lebih dari sekadar memperbaiki atau membangun fasilitas, revitalisasi diharapkan menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu membuat anak-anak merasa nyaman ketika datang ke sekolah.
‎
‎Tempat mereka belajar.
‎Tempat mereka bermain.
‎Tempat mereka mengenal dunia untuk pertama kalinya.
‎

‎“Bantuan ini merupakan sebuah amanah sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini,” katanya.
‎
‎Harapan itu kemudian diarahkan pada satu hal yang paling penting: anak-anak.
‎Ai berharap pembangunan dan rehabilitasi yang dilakukan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sehat dan menyenangkan.
‎
‎Sebab bagi pendidikan anak usia dini, ruang belajar bukan hanya empat dinding dan atap. Di dalamnya ada proses pembentukan karakter, keberanian, kemandirian dan rasa ingin tahu.
‎
‎“Mudah-mudahan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya serta memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.
‎

‎Merawat Masa Depan dari Ruang Kecil
‎Revitalisasi juga diharapkan menjadi energi baru bagi para pendidik.
‎Sebab bangunan yang lebih baik akan terasa lebih berarti ketika diikuti semangat guru yang terus bertumbuh. Fasilitas yang semakin layak menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan proses pembelajaran yang semakin berkualitas.
‎
‎Ai berharap para guru semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak.
‎
‎“Harapan kami, peningkatan sarana dan prasarana ini juga menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga anak-anak dapat tumbuh, belajar dan bermain dengan lebih nyaman serta berkembang menjadi generasi yang cerdas, mandiri dan berkarakter.”
‎

‎Di Cilutung, pembangunan itu pada akhirnya bukan hanya tentang semen, dinding, ruang kelas atau fasilitas sekolah.
‎
‎Ada sesuatu yang jauh lebih panjang dari itu.
‎
‎Ada masa depan.

‎
‎Masa depan 22 anak yang hari ini mungkin masih sibuk dengan dunia bermain, menggambar, bernyanyi dan belajar mengenal huruf. Namun kelak, mereka akan tumbuh menjadi bagian dari masyarakat.
‎
‎Dan ketika saat itu tiba, mungkin tidak banyak yang mengingat bagaimana bentuk ruang kelas mereka ketika masih kecil.
‎
‎Tetapi mereka akan membawa sesuatu yang lebih berharga: bekal pendidikan dan karakter yang pernah ditanamkan di tempat itu.
‎
‎TK PGRI Mekarmukti telah melewati perjalanan sejak 1991. Tiga puluh lima tahun bukan waktu yang singkat.
‎Di sana, generasi demi generasi pernah belajar.
‎
‎Kini, sebuah babak baru kembali dibuka.
‎Sebuah ruang diperbaiki. Sebuah sekolah diperkuat. Dan dari sana, harapan tentang masa depan anak-anak kembali dinyalakan.
‎
‎Karena sejatinya, membangun sekolah bukan hanya membangun tempat untuk belajar. Membangun sekolah adalah membangun tempat di mana mimpi-mimpi pertama seorang anak mulai menemukan jalannya.
‎
‎
‎
‎
‎Wahyu BK
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.