Dari Lahan Jagung Tanjungmedar, BAZNAS Menyalakan Harapan Kemandirian Petani

Sumedang | Metronasionalnews.com — 7 Oktober 2026. Di antara hamparan lahan pertanian Tanjungmedar, jagung bukan sekadar komoditas. Ia perlahan tumbuh menjadi simbol harapan—tentang bagaimana lahan yang dikelola dengan baik dapat membuka jalan bagi ekonomi keluarga, dan bagaimana pemberdayaan dapat mengubah mustahik menjadi muzaki.
Harapan itu hadir melalui Program Lumbung Pangan, sebuah ikhtiar yang mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sumedang dan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong pemberdayaan berbasis potensi lokal, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung.
Program ini membawa pesan sederhana, tetapi dalam: zakat tidak berhenti pada pemberian, melainkan dapat menjadi jalan untuk membangun kemandirian.
Di Tanjungmedar, para petani menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Dari tangan mereka, lahan pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi yang lebih luas.
Sebab di balik setiap benih yang ditanam, ada harapan. Di balik setiap lahan yang digarap, ada keluarga yang menggantungkan masa depan. Dan di balik pemberdayaan, ada cita-cita agar masyarakat perlahan mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.
Semangat itu terangkum dalam gagasan “Dari Mustahik Menuju Muzaki.”

Sebuah perjalanan yang tidak hanya berbicara tentang bantuan hari ini, tetapi tentang bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi pijakan untuk kehidupan yang lebih berdaya pada hari esok.
Lumbung Pangan menjadi ruang untuk menumbuhkan harapan itu. Potensi lokal dikembangkan, petani diperkuat, dan aktivitas pertanian diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang mampu menopang kemandirian masyarakat.
Jagung pun menjadi lebih dari sekadar hasil bumi.
Ia menjadi cerita tentang pemberdayaan. Tentang bagaimana zakat dapat mengambil peran dalam mengubah kehidupan, bukan hanya dengan memberi, tetapi dengan membuka kesempatan agar penerima manfaat memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang.
Dari petani Tanjungmedar, harapan baru itu ditanam.
Dari lahan pertanian, peluang ekonomi mulai dibangun.
Dan dari pemberdayaan, langkah menuju kemandirian diharapkan semakin nyata.
Pada akhirnya, Lumbung Pangan bukan hanya tentang berapa banyak hasil yang dipanen dari tanah. Lebih jauh, program ini membawa cita-cita agar tumbuh petani yang mandiri, ekonomi yang berkembang, dan masyarakat Sumedang yang semakin sejahtera.
Karena ketika zakat mampu mengubah penerima menjadi pemberi, maka yang tumbuh bukan hanya tanaman di atas tanah—tetapi juga martabat, keberanian, dan masa depan sebuah keluarga.
Dari mustahik menuju muzaki. Dari lahan menuju kemandirian. Dari Sumedang, sebuah harapan sedang ditanam.
Sumber : Ig zakatkabsumedang
Wahyu BK
