21 Agustus 2026

Ethno-VR ECOMIX Perkuat Pendidikan Sains Berkelanjutan dan Pelestarian Budaya Indonesia-Malaysia

0

SUBANG JAYA, MALAYSIA — Upaya mendorong pendidikan sains yang inovatif, berkelanjutan, sekaligus tetap berpijak pada kekayaan budaya diwujudkan melalui program International Community Service bertajuk “Strengthening Regenerative Education through Ethno-VR ECOMIX (Ecological-Cultural Mixed Learning)”.

Kegiatan yang berlangsung pada 18 Agustus 2026 di Asia e University (AeU), Malaysia, tersebut mempertemukan calon guru sains dari Indonesia dan Malaysia dalam sebuah ruang pembelajaran yang menggabungkan sains, teknologi Virtual Reality (VR), ekologi, serta kearifan lokal.

Baca Juga:APDESI Merah Putih Cup 2026 Digelar, Sepak Bola Putri Purwakarta–Karawang Siap Adu Prestasi

Program ini juga melibatkan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) sebagai mitra dalam memperkuat aspek pendidikan, pengembangan kompetensi calon guru, serta pertukaran wawasan antara kedua negara.

Menggabungkan Sains, Teknologi, Ekologi, dan Budaya

Ethno-VR ECOMIX dirancang sebagai pendekatan pembelajaran yang menghubungkan konsep-konsep sains dengan realitas lingkungan dan budaya masyarakat.

Melalui teknologi VR, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman visual, tetapi juga diajak mengeksplorasi berbagai fenomena ekologis dan budaya secara lebih imersif. Pendekatan tersebut memberikan pemahaman bahwa pembelajaran sains memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan, sumber daya alam, tradisi, serta berbagai persoalan ekologis yang dihadapi masyarakat.

Kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia maupun Malaysia menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Pengetahuan tradisional, keanekaragaman hayati, serta praktik masyarakat dikaji melalui perspektif ilmiah sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Calon Guru Didorong Menjadi Perancang Pembelajaran

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya belajar menggunakan teknologi VR. Mereka juga diarahkan untuk merancang pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam pendidikan sains.

Peserta diajak mengeksplorasi lingkungan virtual, berdiskusi, menganalisis informasi, hingga melakukan refleksi mengenai kemungkinan penerapan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran di sekolah.

Konsep ini menempatkan calon guru sebagai perancang pengalaman belajar, bukan sekadar pengguna teknologi. Dengan demikian, teknologi digital diharapkan dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk membangun pembelajaran sains yang lebih menarik, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.

Pertemuan calon pendidik dari Indonesia dan Malaysia juga membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai sistem pendidikan, budaya, lingkungan, serta potensi kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber belajar.

Mendorong Pendidikan yang Bersifat Regeneratif

Konsep regenerative education dalam program ini tidak hanya menekankan bagaimana pendidikan dapat mendukung keberlanjutan, tetapi juga bagaimana proses pendidikan mampu membangun kembali hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan budaya.

Dalam konteks tersebut, teknologi VR diposisikan sebagai jembatan yang mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman lokal. Peserta diharapkan mampu melihat bahwa inovasi teknologi dan pelestarian budaya bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam membangun pendidikan masa depan.

Kolaborasi Indonesia dan Malaysia melalui program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertukaran pengalaman semata. Ke depan, kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan melalui penelitian pendidikan sains, pengembangan media pembelajaran berbasis VR, serta inovasi pendidikan yang mengangkat kearifan lokal dan isu lingkungan.

Program Ethno-VR ECOMIX sekaligus menjadi gambaran bahwa pendidikan sains di era digital dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan manusiawi—menghadirkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat pengetahuan, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus penghargaan terhadap keberagaman budaya.

AdL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.