Hari Pertama Bertugas, Camat Baru Sumedang Selatan H. Kiki Hakiki Pilih Turun Langsung Menyapa Masyarakat

SUMEDANG — Jabatan boleh berganti, tetapi pengabdian kepada masyarakat harus terus berjalan. Semangat itulah yang mengiringi langkah awal H. Kiki Hakiki, S.Ag., M.M., setelah resmi menjabat sebagai Camat Sumedang Selatan, menggantikan H. Idi Suhandi, S.Sos., M.Si., yang mendapat penugasan baru sebagai Camat Sumedang Utara.
Usai dilantik pada Jumat (30/10/2026), H. Kiki langsung memulai tugas dengan membangun komunikasi dan memperkuat sinergi bersama jajaran pemerintahan di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan.
Hari-hari awal kepemimpinannya tidak hanya diisi dengan agenda administratif. Setelah mengikuti apel pagi, H. Kiki menjalankan tugas sebagai pembina upacara di SDN Baginda I. Agenda kemudian dilanjutkan dengan menerima penyerahan berita acara hasil Pilkades Desa Baginda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan lingkungan pendidikan sekaligus memastikan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan desa setelah pelaksanaan Pilkades.
Dalam keterangannya, H. Kiki menyampaikan bahwa amanah sebagai camat merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan kesungguhan, keikhlasan, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Prioritas saya adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik, cepat, transparan, dan responsif. Saya juga ingin membangun budaya kerja yang lebih komunikatif, inovatif, dan solutif,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kemajuan wilayah tidak mungkin diwujudkan melalui kerja seorang camat semata. Dibutuhkan kebersamaan dan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh elemen warga.

Sejalan dengan arahan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Kiki juga berkomitmen untuk lebih banyak turun ke lapangan, mendengar langsung persoalan masyarakat, serta bergerak cepat mencari solusi.
Terlebih, memasuki musim hujan, kesiapsiagaan wilayah dan pemetaan potensi kerawanan bencana menjadi perhatian penting agar pemerintah dapat memberikan respons lebih cepat ketika masyarakat membutuhkan.
Di sisi lain, penguatan tata kelola pemerintahan juga menjadi bagian dari agenda kerja kecamatan, termasuk evaluasi realisasi fisik dan keuangan, progres SiRUP, serta percepatan pelaksanaan APBD Perubahan 2026.
H. Kiki menyadari, membangun kepercayaan tidak cukup dengan janji. Dibutuhkan kehadiran, komunikasi, dan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Saya tidak bisa menjanjikan semuanya selesai dalam waktu singkat, tetapi saya berkomitmen untuk bekerja, mendengar, dan berupaya memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan membangun Sumedang Selatan menjadi wilayah yang semakin maju, nyaman, harmonis, serta sejahtera.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari jabatan yang diemban, melainkan dari seberapa jauh kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi H. Kiki Hakiki, kepemimpinan bukan tentang berjalan paling depan sendirian, melainkan tentang mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menuju perubahan.
Wahyu BK
