HUT ke-81 RI di Sumedang Selatan Jadi Panggung Apresiasi Puluhan Siswa Berprestasi

Sumedang | Metronasionalnews.com – Di bawah kibaran Merah Putih, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sumedang Selatan tak berhenti pada seremoni pengibaran bendera. Senin (17/8/2026), lapangan sepak bola Desa Baginda, Jalan Pagar Beutis, berubah menjadi ruang untuk mengenang perjuangan sekaligus mengapresiasi generasi muda yang meneruskan semangat kemerdekaan melalui prestasi.
Upacara berlangsung sejak pagi dan dipimpin Camat Sumedang Selatan Idi Suhandi, S.Sos., M.Si. sebagai inspektur upacara. Sementara Yayat Ruhiyat, S.STP., M.Si. bertindak sebagai pimpinan upacara dan Serka Suntana Fahruroji sebagai komandan upacara.
Sejumlah unsur turut menjalankan tugas dalam rangkaian upacara. Pembacaan teks Pancasila dilakukan AKP Sukardi, S.Sos., teks UUD 1945 dibacakan Peltu Dudung Sobandi, sedangkan doa dipimpin H. Acep Anwar, M.Ag. Jalannya acara dipandu pembawa acara Deti Kurniawati, S.AP.
Namun, ada suasana berbeda yang membuat peringatan kemerdekaan tahun ini terasa lebih bermakna. Setelah upacara, perhatian diarahkan kepada puluhan siswa dari berbagai satuan pendidikan yang telah mengukir prestasi di beragam bidang.
Mereka datang membawa cerita perjuangan masing-masing. Ada yang mengasah kemampuan di lapangan olahraga, ada yang menekuni seni dan budaya, sebagian berjuang dalam kompetisi akademik, sementara lainnya membawa nama Sumedang hingga panggung kompetisi internasional.
Prestasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari bulu tangkis, pencak silat, panahan, senam, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), seni kriya, biantara, menulis cerpen, matematika, astronomi, hingga robotik.
Di antara deretan prestasi itu, terdapat siswa SMAIT Insan Sejahtera yang berhasil meraih juara pertama kategori Transporter Senior World Robotic Center Competition Malaysia 2026. Prestasi serupa juga diraih siswa lainnya melalui kategori Soccer Robot World Robotic Center Competition Malaysia 2026.
Dunia akademik pun ikut memberikan warna. Sejumlah pelajar berhasil melaju dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi, antara lain pada bidang astronomi dan matematika. Ada pula siswa yang mencapai tingkat nasional melalui Kompetisi Matematika Nalar Realistik (KMNR).
Di bidang seni dan budaya, prestasi pelajar Sumedang Selatan tercatat melalui ajang FLS3N, termasuk kategori kriya dan menulis cerpen. Sementara dari arena olahraga, sejumlah siswa menorehkan prestasi dalam O2SN, POPWILDA, senam, bulu tangkis, hingga panahan tradisional tingkat provinsi.
Bagi Pemerintah Kecamatan Sumedang Selatan, pencapaian tersebut bukan sekadar deretan piala dan sertifikat. Di balik setiap penghargaan terdapat proses panjang—latihan, belajar, kegagalan, dukungan orang tua, serta kesabaran para guru yang mendampingi.

Camat Sumedang Selatan Idi Suhandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah membawa nama baik sekolah dan daerah
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Sumedang Selatan, kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah menorehkan prestasi. Prestasi mereka bukan hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama baik Kecamatan Sumedang Selatan dan Kabupaten Sumedang.
Menurut Idi, penghargaan yang diberikan dalam momentum kemerdekaan tersebut diharapkan tidak menjadi garis akhir. Sebaliknya, penghargaan harus menjadi energi baru agar para siswa terus mengembangkan kemampuan dan berani mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, kepala sekolah dan orang tua yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan para siswa.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para guru, kepala sekolah dan orang tua yang telah mendampingi serta memberikan dukungan kepada anak-anak kita. Tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak, prestasi ini tentu tidak akan lahir,” ujarnya.
Idi berharap para siswa berprestasi mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan selama mendapatkan ruang, pendampingan dan kesempatan.
“Kami ingin anak-anak Sumedang Selatan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter dan berakhlak. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkarya. Jangan cepat puas, karena perjalanan untuk meraih masa depan masih panjang,” katanya.
Pesan itu terasa semakin relevan di tengah peringatan kemerdekaan. Sebab, jika generasi terdahulu berjuang dengan keberanian untuk merebut kemerdekaan, generasi hari ini memiliki tugas yang tak kalah penting: mengisi kemerdekaan dengan ilmu, karya, prestasi dan pengabdian.
Dari lapangan Desa Baginda, pesan itu menemukan bentuknya. Merah Putih berkibar, lagu kebangsaan menggema, sementara nama-nama pelajar berprestasi disebut sebagai bagian dari wajah masa depan Sumedang
Mereka adalah generasi yang sedang belajar menulis sejarahnya sendiri—bukan dengan senjata, melainkan dengan buku, raket, busur, karya seni, kemampuan berhitung, teknologi dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh.
“Kalau para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya terbaik bagi bangsa dan daerah,” pungkas Idi
Kemerdekaan, pada akhirnya, bukan hanya tentang mengenang siapa yang telah berjuang di masa lalu. Kemerdekaan juga tentang memastikan anak-anak hari ini memiliki ruang untuk tumbuh, bermimpi, berprestasi dan kelak memberikan sesuatu yang berarti bagi negeri.
Wahyu BK
