Keceriaan Anak TK Asy-Syatibiiyyah Warnai Gedung Dewan, Kenalkan Profesi Sejak Dini

Sumedang | Metronasionalnews.com — Gedung DPRD Kabupaten Sumedang yang biasanya dipenuhi pembahasan kebijakan dan persoalan masyarakat, Senin (26/10/2026), berubah menjadi ruang belajar yang penuh keceriaan.
Puluhan siswa TK Asy-Syatibiiyyah bersama guru pendamping mengikuti kunjungan edukasi ke DPRD Kabupaten Sumedang. Mereka datang bukan untuk membahas urusan politik, melainkan untuk mengenal dunia pekerjaan dan melihat lebih dekat bagaimana sebuah lembaga perwakilan rakyat bekerja.
Kegiatan yang mengusung tema “Mengenal Pekerjaan pada Pendidikan Anak Usia Dini” itu berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang. Wajah-wajah polos para siswa tampak antusias ketika memasuki ruangan yang selama ini lebih akrab dengan agenda rapat para wakil rakyat.
Kunjungan tersebut disambut Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang, H. Endang Taufik Faturohman, S.H.I., M.Pd., didampingi anggota Komisi III, Hj. Rita Oktaviana, S.E.
Dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, Endang mengenalkan apa itu DPRD, siapa yang bekerja di dalamnya, serta bagaimana wakil rakyat menjalankan tugasnya.
DPRD, kata dia, merupakan bagian dari rumah rakyat, tempat berbagai aspirasi masyarakat disampaikan dan dibahas.
Penjelasan sederhana itu kemudian menjadi pintu bagi anak-anak untuk mengenal salah satu profesi yang mungkin suatu hari menjadi pilihan mereka.

Bagi Hj. Rita Oktaviana, kegiatan semacam ini memiliki nilai edukasi yang penting. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku atau ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dengan melihat lingkungan kerja yang sesungguhnya.
“Melalui kunjungan edukasi ini, anak-anak TK Asy-Syatibiiyyah bisa mengenal fungsi dan peran DPRD sejak dini serta mendapatkan wawasan langsung tentang lembaga DPRD sebagai bagian dari pengenalan profesi,” ujar Hj. Rita.
Suasana semakin cair ketika para siswa diberi kesempatan duduk di kursi anggota dewan. Ada yang penasaran dengan ruangan sidang, ada pula yang aktif bertanya tentang pekerjaan dan cita-cita.
Pembelajaran pun berlangsung tanpa sekat. Gedung yang biasanya menjadi tempat para wakil rakyat membicarakan masa depan daerah, hari itu menjadi panggung kecil bagi anak-anak untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Pengalaman melihat langsung lingkungan kerja dapat menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, sekaligus memperkenalkan beragam profesi kepada anak.
Dari gedung dewan, mungkin ada cita-cita kecil yang mulai tumbuh.
Hari ini mereka datang sebagai siswa TK yang ingin tahu apa pekerjaan anggota DPRD. Kelak, bukan tidak mungkin salah satu dari mereka kembali ke gedung yang sama dengan membawa profesi dan tanggung jawab yang berbeda.
Sebab, mengenalkan profesi sejak dini bukan sekadar memperkenalkan pekerjaan. Lebih jauh, ia adalah upaya membuka jendela bagi anak-anak untuk berani bermimpi dan mengenal bahwa setiap profesi memiliki peran dalam membangun masyarakat.
Dari kursi kecil di ruang sidang, cita-cita besar pun bisa bermula.
Wahyu BK
