“Kita Sejahtera Bersama”, Imas Juliawati Bawa Gagasan Perubahan untuk Situraja

Sumedang | Metronasionalnews.com – 19 Agustus 2026. Ada orang yang memandang desa sebagai tempat tinggal. Ada pula yang melihatnya sebagai rumah yang menyimpan kenangan, harapan, sekaligus tanggung jawab.
Bagi Imas Juliawati, Desa itu adalah halaman pertama kehidupannya, tempat ia mengenal masyarakat, menyaksikan dinamika pembangunan, sekaligus menyimpan kenangan tentang sosok ayahnya, almarhum Ulis Asmita, yang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat
Perempuan kelahiran Situraja, 23 Juli 1976, itu kini mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Situraja. Langkah tersebut, menurut profil yang disampaikan, bukan semata-mata tentang kontestasi, melainkan dorongan untuk kembali mengabdi di tanah kelahirannya.
Ia datang membawa satu gagasan besar yang dirangkum dalam kalimat sederhana: “Kita Sejahtera Bersama — Bersama Kita Sejahtera.”
Di balik slogan itu, Imas menawarkan visi pemerintahan desa yang amanah, pelayanan yang lebih merata dan inovatif, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan
Ia mengusung visi “Terwujudnya pemerintahan Desa Situraja yang amanah, siap merata dengan pelayanan inovatif, terpadu dan menumbuhkan partisipasi aktif adat budaya saling asih asah asuh semua lapisan masyarakat.”
Kalimat tersebut menjadi pijakan bagi gagasan yang ingin dibawanya dalam pembangunan desa.
Dari Organisasi hingga Gagasan Pelayanan Publik
Pengalaman Imas di dunia organisasi menjadi salah satu modal yang ia bawa. Ia tercatat pernah menjalankan peran sebagai Wakil Ketua Srikandi DPP Gardu Prabowo, Ketua DPC Gardu Prabowo, serta terlibat dalam aktivitas Partai Gerindra.
Dari pengalaman tersebut, ia membawa sejumlah prinsip yang disebut menjadi fondasi kepemimpinannya: amanah, kepercayaan, integritas dan transparansi.
Salah satu perhatian yang dikedepankan adalah pelayanan publik
Imas menggagas optimalisasi pelayanan berbasis digital agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah dan terpadu. Bersamaan dengan itu, ia ingin membuka ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai proses pembangunan desa.
Baginya, kemajuan desa tidak cukup hanya bertumpu pada pemerintah desa. Warga harus ditempatkan sebagai bagian penting dari proses tersebut.

Ekonomi Warga dan Potensi Desa
Gagasan perubahan yang ditawarkan Imas juga menyentuh sektor ekonomi.
Ia ingin mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menggali potensi unit-unit usaha baru yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Potensi desa, dalam gagasannya, bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan. Di dalamnya terdapat keterampilan warga, usaha kecil, sumber daya lokal, hingga berbagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
Di bidang sumber daya manusia, ia menaruh perhatian pada peningkatan kualitas masyarakat. Sementara pembangunan infrastruktur diarahkan agar dilakukan secara merata, transparan, akuntabel dan berkelanjutan.
Muara dari seluruh gagasan tersebut adalah cita-cita menghadirkan desa yang sehat, siaga, bahagia dan sejahtera.
Pulang Membawa Pengalaman
Situraja bukan tempat yang asing bagi Imas.
Ia tumbuh dan menempuh pendidikan di daerah tersebut, mulai dari SDN Pasirimpun, SMPN 1 Situraja hingga SMAN 1 Situraja. Pengalaman profesionalnya kemudian bertambah melalui pekerjaan di DHL Bandung Soekarno-Hatta.
Kini, pengalaman pendidikan, pekerjaan dan organisasi itu hendak ia bawa kembali ke lingkungan tempat ia dilahirkan.
Ada semacam lingkaran yang ingin disempurnakan: berangkat dari Situraja, menempuh perjalanan, mengumpulkan pengalaman, kemudian kembali membawa gagasan untuk tanah kelahiran.
Namun, pada akhirnya, setiap gagasan akan menemukan ukurannya di tengah masyarakat
Sebab pembangunan desa bukan pekerjaan seorang kepala desa semata. Ia membutuhkan perangkat pemerintahan, lembaga desa, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku usaha, serta seluruh warga yang hidup dan tumbuh di dalamnya.
Karena itu, slogan “Kita Sejahtera Bersama” yang diusung Imas Juliawati menjadi gagasan yang menempatkan kebersamaan sebagai kata kunci
Bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi bagaimana seluruh lapisan masyarakat dapat mengambil bagian dalam perjalanan desa
Kini, pilihan berada di tangan masyarakat melalui mekanisme pemilihan kepala desa. Bagi Imas, pencalonan ini menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus menawarkan pengalaman yang ia miliki untuk Situraja.
Dan di sebuah desa yang terus bergerak mengikuti zaman, harapan selalu menemukan jalannya—melalui gagasan, kerja bersama, dan keberanian untuk mengabdi.
Dan dari anak seorang tokoh masyarakat desa Situraja, alm bapak *Ulis Asmita* dan telah banyak mengabdikan diri utk kemajuan perkembangan desa Situraja. DNA ayahnya, seorang Imas mengikuti jejak langkah alm ayahnya menjadikan Desa Situraja maju bertumbuh dan berkembang dg pembangunan yg berkelanjutan..
Wahyu BK
