1 Mei 2026

Polsek Tomo Mediasi Tawuran Pelajar, Dorong Solusi Pembinaan dan Pengawasan Orang Tua

0

Sumedang | Metronasionalnews.com — Aparat kepolisian bergerak cepat merespons insiden tawuran antar pelajar yang melibatkan siswa SMPN 1 Tomo dan MTsN 5 Ujungjaya. Upaya penanganan dilakukan melalui mediasi yang digelar di SMPN 1 Tomo, Kamis (30/4/2026), guna mencari solusi jangka panjang atas persoalan kenakalan remaja di wilayah tersebut.

‎Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat keamanan, hingga pihak sekolah dan orang tua siswa. Hadir di antaranya Camat Tomo Risyana, Kapolsek Tomo AKP Baban Kusbandi, perwakilan Koramil, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang, serta para wali murid.

‎Insiden ini bermula pada Jumat (24/4), ketika sebanyak 16 siswa SMPN 1 Tomo diketahui mengonsumsi obat-obatan terlarang tanpa resep dokter. Situasi kemudian memanas dan mencapai puncaknya pada Rabu (29/4) sekitar pukul 15.20 WIB di Dusun Cikalong, saat enam siswa terlibat tawuran menggunakan senjata tajam jenis parang.


‎Kapolsek Tomo menegaskan bahwa langkah mediasi dilakukan sebagai bentuk pendekatan pembinaan, tanpa mengesampingkan aspek penegakan hukum.

‎“Langkah ini kami tempuh untuk mencegah kejadian serupa terulang. Para siswa telah membuat surat pernyataan, dan kami berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Sumedang untuk penanganan lanjutan di Rumah Aman,” ujar AKP Baban Kusbandi.

‎Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mengawasi pergaulan anak, terutama terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan yang dapat memicu perilaku agresif di kalangan remaja.

‎Mediasi yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIB itu menghasilkan kesepakatan damai antara kedua pihak. Kesepakatan tersebut akan diawasi secara ketat oleh unsur Muspika, termasuk pihak sekolah dan orang tua.

‎Langkah ini menjadi pengingat bahwa penanganan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

‎Di tengah dinamika remaja yang rentan terhadap pengaruh negatif, pendekatan dialog dan pembinaan diharapkan menjadi jalan keluar yang lebih efektif, tanpa mengabaikan ketegasan terhadap pelanggaran hukum.



Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.