Progres Jembatan Garuda di Sumedang Capai 87 Persen, Harapan Baru bagi Warga Dua Desa

Sumedang | Metronasionalnews.com — Akses yang lebih mudah dan aman menjadi harapan masyarakat Desa Darmawangi dan Desa Jembarwangi. Harapan itu kini semakin dekat terwujud melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cisaarlanang, wilayah Kodim 0610/Sumedang, Jawa Barat.
Memasuki Senin (2/11/2026), pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Tahap VI tersebut telah mencapai progres 87 persen. Jembatan sepanjang 50 meter itu dibangun sejak Agustus 2026 dan kini memasuki tahap pengerjaan pagar jembatan sebagai bagian dari penyelesaian konstruksi.
Bagi masyarakat di kedua desa, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan menjadi jalan yang memperpendek jarak, memudahkan aktivitas, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Selama ini, akses antardesa menjadi bagian penting dalam menunjang kehidupan warga. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian.
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan kekuatan personel gabungan, terdiri dari enam personel Kodim 0610/Sumedang, dua personel Zibang, serta 12 orang masyarakat setempat. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur dapat tumbuh melalui kebersamaan dan semangat gotong royong.
Manfaatnya diperkirakan akan dirasakan sekitar 500 kepala keluarga atau 1.939 jiwa. Selain mendukung konektivitas wilayah, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, menggerakkan aktivitas perekonomian, serta memberikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat.

Rasa syukur atas pembangunan tersebut disampaikan salah seorang warga Desa Darmawangi. Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, khususnya Kodim 0610/Sumedang, yang telah membantu mewujudkan infrastruktur yang selama ini dibutuhkan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0610/Sumedang, yang telah membantu membangun jembatan ini. Bagi kami masyarakat, jembatan ini sangat penting karena akan mempermudah akses menuju desa sebelah, termasuk untuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil pertanian,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai. Masyarakat pun menyatakan kesiapan untuk mendukung sekaligus menjaga keberadaan jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Semoga pembangunan ini berjalan lancar sampai selesai. Kami sebagai masyarakat tentu siap mendukung dan ikut menjaga jembatan ini agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Garuda menjadi gambaran bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketahanan wilayah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan warga.
Ketika pembangunan dikerjakan bersama, manfaatnya pun menjadi milik bersama. Dari aliran Sungai Cisaarlanang, sebuah jembatan tengah dibangun bukan hanya untuk menghubungkan dua desa, melainkan juga mendekatkan harapan, memperlancar kehidupan, dan membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat.
Wahyu BK
