Saat Musibah Datang, BAZNAS Hadir Ringankan Beban Warga Desa Serang

Sumedang | Metronasionalnews.com – 4 September 2026. Musibah kebakaran tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan harta benda. Bagi warga yang mengalaminya, peristiwa tersebut juga berarti kehilangan tempat berlindung dan harus memulai kembali kehidupan dari keterbatasan.
Di tengah kondisi itu, kepedulian datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang. BAZNAS menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.
Salah seorang korban, Wawan Komarudin, warga Dusun Malangbong RT 02/RW 05, menjadi penerima bantuan tersebut. Bantuan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Wawan dan keluarga setelah musibah yang menimpa mereka.
Bagi korban, bantuan yang datang bukan sekadar persoalan materi. Di tengah situasi sulit, perhatian dari lembaga sosial seperti BAZNAS menjadi pesan bahwa masih ada kepedulian dan tangan-tangan yang bersedia membantu.
Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan setelah kebakaran, sekaligus menjadi penyemangat bagi keluarga korban untuk perlahan menata kembali kehidupan.
Pemdes Serang Sampaikan Apresiasi
Pemerintah Desa Serang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumedang atas perhatian yang diberikan kepada warganya yang sedang menghadapi musibah.
Menurut pemerintah desa, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama ketika warga berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan.
Kehadiran BAZNAS di tengah warga terdampak menjadi salah satu bentuk nyata bahwa zakat yang dikelola melalui lembaga resmi dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bukan hanya bantuan yang sampai, tetapi juga rasa kepedulian yang ikut menguatkan mereka yang sedang berada di titik sulit.
Musibah memang tidak dapat diputar kembali. Namun, dukungan dan kepedulian dapat menjadi energi untuk bangkit.
Bagi Wawan dan keluarga, bantuan tersebut diharapkan menjadi awal untuk kembali menata kehidupan setelah kebakaran. Sementara bagi masyarakat Desa Serang, kepedulian yang terjalin menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi musibah, gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan yang tidak ternilai.
Wahyu BK
