“Salam Satu Aspal”: Bantuan Baznas Hangatkan Ojol di Hari Jadi Sumedang

Sumedang | Metronasionalnews.com – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448, ada cerita lain yang tak kalah penting—tentang tangan-tangan yang bekerja di jalanan, tentang para “pejuang aspal” yang hari itu tak sekadar mengantar penumpang, tetapi juga menerima perhatian.
Sebanyak 300 driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Paguyuban Online Sumedang (POS) mendapat bantuan berupa ganti oli gratis dan paket sembako, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), menjadi salah satu rangkaian yang memberi makna lebih dari sekadar seremoni.
Sejak pagi, antrean para driver terlihat rapi. Helm masih menempel di kepala, jaket komunitas tetap dikenakan—seolah menegaskan identitas mereka sebagai bagian dari denyut ekonomi jalanan. Satu per satu kendaraan masuk ke titik layanan, sementara paket sembako diserahkan dengan senyum hangat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas Pusat dan Baznas Sumedang, yang mencoba menjawab kebutuhan sederhana namun krusial bagi para driver: perawatan kendaraan dan kebutuhan dapur.
Ketua Umum Paguyuban Online Sumedang, Kang Reza, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap peran ojol dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Bantuan ini sangat terasa manfaatnya, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini. Ini juga jadi hadiah di momen Hari Jadi Sumedang. Semoga daerah ini semakin maju,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Abah Amin, salah satu driver senior. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bukti bahwa masih ada kepedulian yang nyata terhadap profesi yang kerap luput dari perhatian.
“Selama di POS, kami merasa diperhatikan. Baznas sering hadir membantu kami di saat sulit,” katanya.
Dari sisi lain, suara semangat juga datang dari Uni Novita, perwakilan ojol perempuan dari komunitas BADAK. Dengan penuh antusias, ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus paguyuban yang dinilai konsisten memperjuangkan anggotanya.
“Terima kasih kepada pengurus POS yang selalu berjuang tanpa pamrih. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat. Salam satu aspal!” ucapnya.
Di balik angka “300 penerima”, tersimpan cerita tentang solidaritas. Tentang bagaimana lembaga zakat, komunitas, dan pemerintah daerah bisa bertemu dalam satu titik: membantu mereka yang bekerja tanpa banyak sorotan.
Momentum Hari Jadi Sumedang ke-448 pun terasa lebih hidup. Bukan hanya tentang sejarah panjang daerah, tetapi juga tentang bagaimana hari ini dimaknai—dengan berbagi, dengan peduli, dan dengan memastikan bahwa mereka yang berada di garis depan kehidupan sehari-hari tidak berjalan sendirian.
Di antara deru mesin dan hiruk pikuk jalanan, hari itu para driver ojol pulang dengan sesuatu yang lebih dari sekadar oli baru dan sembako. Mereka pulang dengan rasa dihargai.
Wahyu BK
