SDN Cikareo II Direvitalisasi, Bupati Sumedang Pastikan Fasilitas Belajar Makin Nyaman

SD Negeri Cikareo II, Kecamatan Wado, mendapat program revitalisasi satuan pendidikan dengan dukungan anggaran Rp. 773 juta. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung kondisi sekolah tersebut, Selasa (22/9/2026).
Peninjauan dilakukan di sela rangkaian kunjungan kerja Bupati di Kecamatan Wado. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, Bupati Dony menyempatkan diri datang ke SDN Cikareo II untuk melihat langsung sarana dan prasarana sekolah yang tengah direvitalisasi.
Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program melalui Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 itu bersumber dari APBN. Total dana yang dialokasikan untuk SDN Cikareo II mencapai Rp773.780.850.

Bupati Dony mengatakan revitalisasi sarana pendidikan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan nyaman bagi para siswa.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan revitalisasi ini bisa memberikan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan nyaman bagi para siswa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony juga bersilaturahmi dengan para guru dan siswa. Ia melihat proses pendidikan tidak hanya membutuhkan fasilitas yang memadai, tetapi juga pembiasaan positif untuk membentuk karakter peserta didik.
Salah satu yang mendapat apresiasi Dony yakni pembiasaan salat Dhuha berjamaah di lingkungan sekolah.
“Saya sangat bersyukur dan bahagia melihat pembiasaan di sekolah ini. Tadi ada praktik salat Dhuha oleh para siswa, tentunya ini sebuah kegiatan yang sangat positif dan sangat baik,” ujarnya.
Menurut Dony, peningkatan kualitas pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan fasilitas sekolah harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kebiasaan positif siswa.
Ia pun berharap revitalisasi SDN Cikareo II tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga semakin mendukung proses belajar mengajar sehingga siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan optimal.
Wahyu BK
