21 Oktober 2026

Bupati Dony Pesan Wisudawan UNSAP: Gelar Akademik Harus Menjadi Awal Pengabdian

0


‎Sumedang | Metronasionalnews.com — Wisuda bukan sekadar seremoni menutup perjalanan pendidikan. Di balik toga dan gelar akademik yang disandang, ada tanggung jawab yang lebih besar: mengamalkan ilmu, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
‎
‎Pesan itulah yang disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir kepada para wisudawan Universitas Sebelas April (UNSAP) dalam Wisuda XLIV Sarjana dan Pascasarjana UNSAP Tahun 2026 di Gedung Graha Asia, Plaza Asia Sumedang, Rabu (21/10/2026).
‎
‎Bupati Dony hadir bersama Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila dan jajaran pimpinan UNSAP. Di hadapan para lulusan, ia menegaskan bahwa keberhasilan menuntaskan pendidikan tinggi seharusnya tidak berhenti pada pencapaian pribadi.
‎
‎Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus dibawa keluar dari ruang akademik dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.
‎“Ilmu yang telah didapatkan harus bisa diamalkan dan dipertanggungjawabkan. Berilmu amaliyah, beramal ilmiah,” ungkap Dony.
‎
‎Prinsip tersebut, kata dia, mengajarkan bahwa pengetahuan harus memiliki manfaat nyata. Ilmu perlu diterapkan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, setiap tindakan dan keputusan juga harus berpijak pada pengetahuan yang benar.


‎Karena itu, Dony berharap para lulusan UNSAP mampu memasuki fase kehidupan berikutnya dengan kedewasaan, kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab yang semakin kuat.
‎
‎Wisuda, menurut Dony, bukan garis akhir. Justru menjadi pintu menuju perjalanan baru yang menuntut kemauan untuk terus belajar.
‎
‎Perubahan zaman yang bergerak cepat membuat setiap lulusan dituntut tidak berhenti mengembangkan kompetensi. Kemampuan beradaptasi, membaca perubahan dan menciptakan solusi menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
‎
‎Dony juga mengingatkan para wisudawan agar tidak menjalani kehidupan tanpa arah.
‎Ia meminta setiap lulusan memiliki tujuan hidup sekaligus peta jalan yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan.
‎
‎“Jangan mengalir begitu saja. Buat perencanaan yang tepat. Setelah wisuda ini, harus ada tekad yang kuat untuk menjadikan diri kita lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih berkarya,” katanya.
‎
‎Pesan tersebut kemudian ia kaitkan dengan pentingnya membangun pola pikir dan perilaku positif melalui empat prinsip, yakni positive thinking, positive feeling, positive saying, dan positive acting.
‎
‎Bagi Dony, perubahan besar dalam kehidupan sering kali bermula dari sesuatu yang sederhana: cara seseorang berpikir.
‎
‎Pikiran yang positif akan melahirkan perasaan yang baik, kemudian mendorong ucapan dan tindakan yang positif. Jika dilakukan terus-menerus, rangkaian tersebut akan berkembang menjadi kebiasaan, membentuk karakter, dan pada akhirnya ikut menentukan masa depan seseorang.
‎
‎“Perubahan dimulai dari diri kita sendiri. Luruskan niat, bangun pikiran positif, ucapkan hal-hal yang baik, dan lakukan tindakan yang bermanfaat,” tuturnya.


‎Di tengah pesan kepada para lulusan, Bupati Dony juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan UNSAP yang dinilainya memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumedang.
‎
‎Perguruan tinggi tersebut dinilai telah membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang kemudian mengambil bagian dalam pembangunan daerah, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
‎
‎Peran alumni UNSAP juga terlihat di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, pendidikan hingga ekonomi. Kehadiran sumber daya manusia yang kompeten, menurut Dony, menjadi salah satu modal penting untuk mendorong inovasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
‎
‎Karena itu, ia berharap UNSAP tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Perguruan tinggi tersebut didorong untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat inovasi dan berani memasang target yang lebih besar agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi terkemuka di tingkat regional maupun nasional.
‎
‎Sebab, bagi Dony, cita-cita besar bukan sekadar angan. Ia merupakan energi yang dapat menggerakkan seluruh potensi untuk diwujudkan menjadi kenyataan.
‎
‎“Harus punya mimpi besar, karena mimpi besar itu akan menggerakkan seluruh potensi kita untuk mencapainya,” pungkasnya.
‎Pada akhirnya, toga yang dilepas setelah prosesi wisuda bukan berarti perjalanan telah selesai. Justru setelah gelar akademik melekat di belakang nama, masyarakat menunggu bagaimana ilmu itu diterjemahkan menjadi karya.
‎
‎Sebab pendidikan menemukan maknanya ketika ilmu tidak hanya membuat seseorang lebih tahu, tetapi juga membuatnya lebih mampu berbuat dan lebih bermanfaat bagi sesama.
‎
‎
‎
‎
‎Wahyu BK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.