Cetak Tenaga Kerja Siap Industri , DPPTK Ngawi Gembleng 50 Peserta Lewat Pemagangan Painting di PT GFG Indonesia Investment

NGAWI – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas peluang kerja masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Kali ini, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi menggelar pelatihan pemagangan kejuruan painting atau pengecatan di PT GFG Indonesia Investment, Kamis (5/11/2026).
Program pelatihan yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 tersebut diikuti 50 peserta, terdiri dari 25 laki-laki dan 25 perempuan.
Kegiatan secara resmi dibuka Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam, S.Si., MT. Pelatihan dirancang berlangsung selama 20 hari dengan total 160 jam pelajaran (JPL).
Kepala Bidang Tenaga Kerja DPPTK Kabupaten Ngawi, Iful Rahmawati, SE., MM., menjelaskan bahwa program pemagangan ini bukan sekadar memberikan keterampilan teknis kepada peserta. Lebih dari itu, pelatihan diarahkan untuk membentuk calon tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia industri.
Menurutnya, peserta perlu dibekali pemahaman mengenai budaya kerja, dinamika organisasi perusahaan, hingga kemampuan interpersonal yang menjadi bagian penting dalam lingkungan profesional.
Melalui pemagangan secara langsung, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan praktik sesuai bidang kejuruan yang dipelajari.
“Program pemagangan ini diharapkan mampu membantu peserta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, baik dari sisi keterampilan teknis maupun pemahaman terhadap budaya dan lingkungan kerja industri,” demikian substansi program yang disampaikan melalui Bidang Tenaga Kerja DPPTK Ngawi.
Iful menambahkan, program tersebut juga memberikan manfaat bagi pihak perusahaan. Selain memperoleh dukungan tenaga kerja sementara selama kegiatan pemagangan, perusahaan memiliki kesempatan untuk mengenali, mendidik, serta mengembangkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Peserta Mendapat Fasilitas Gratis hingga Sertifikasi BNSP
Menariknya, seluruh peserta mendapatkan fasilitas pelatihan tanpa dipungut biaya. Dukungan yang diberikan meliputi konsumsi selama pelatihan, kaos seragam, alat tulis kantor (ATK), bahan praktik, serta biaya transportasi selama 20 hari kegiatan.
Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama satu bulan.
Sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang diperoleh, peserta nantinya juga mendapatkan sertifikat pelatihan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan durasi 160 JPL, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi 50 peserta untuk meningkatkan daya saing dan memperbesar peluang memasuki pasar kerja.
Program tersebut sekaligus menunjukkan pemanfaatan DBHCHT tidak hanya diarahkan pada sektor yang berkaitan dengan industri hasil tembakau, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM dan pengembangan keterampilan tenaga kerja di Kabupaten Ngawi.
Melalui kegiatan pemagangan berbasis kebutuhan industri, DPPTK Ngawi diharapkan mampu menjembatani kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja terampil dengan masyarakat yang membutuhkan kesempatan kerja.(Sgta)
