Dukung Keberlanjutan Program MBG Berbasis Ekonomi Sirkular, Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ Hibahkan Mesin Pembubur Maggot kepada SPPG Yayasan Al Ashriyyah, Bogor

Bogor, 29 Mei 2026 — Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Series #3. Mengusung tema “Dukung Keberlanjutan Program MBG Berbasis Ekonomi Sirkular”, kegiatan ini dilaksanakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) I dan II Yayasan Al Ashriyyah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan 90 peserta yang terdiri atas karyawan SPPG I dan II.
Sebagai bentuk dukungan terhadap manajemen lingkungan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tim PKM Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ menghibahkan mesin pembubur maggot kepada Yayasan Al Ashriyyah, Bogor. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengolahan limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas penyediaan makanan bergizi, sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan SPPG.
Program MBG yang menghasilkan sisa bahan pangan dan limbah organik memerlukan sistem pengelolaan yang terintegrasi agar tidak menjadi beban lingkungan. Salah satu solusi yang diterapkan adalah pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi yang mampu mengurai limbah organik menjadi biomassa bernilai ekonomi. Melalui penggunaan mesin pembubur maggot, proses pengolahan bahan pakan maggot dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan optimal. Selain penyerahan hibah, kegiatan PKM juga menghadirkan sesi edukasi dan pelatihan mengenai manajemen sampah organik berbasis ekonomi sirkular, pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengurangan limbah, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung sistem manajemen lingkungan yang berkelanjutan.
Baca Juga:IMM Subang Gelar Akademi Politik: Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Perubahan
Ketua PKM yang juga Koordinator Program Studi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ, Prof. Dr. Eliana Sari, M.M., menyampaikan bahwa keberlanjutan Program MBG perlu didukung oleh pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.
”Melalui PKM Series #3 ini, kami ingin memperkenalkan praktik ekonomi sirkular yang dapat diterapkan secara nyata dalam operasional SPPG. Limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan penyediaan makanan bergizi tidak seharusnya berakhir menjadi sampah, melainkan dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bernilai. Hibah mesin pembubur maggot ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Eliana Sari, M.M.
Lebih lanjut, Prof. Eliana menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang dapat diimplementasikan langsung oleh masyarakat dan lembaga mitra.
”Kami berharap kolaborasi antara Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ dan SPPG Yayasan Al Ashriyyah dapat menjadi contoh praktik baik dalam mendukung keberhasilan Program MBG yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular memungkinkan terciptanya manfaat ganda, yaitu mengurangi beban lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dari pengolohan limbah organik,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Para karyawan SPPG I dan II aktif mengikuti diskusi dan praktik terkait manajemen limbah berbasis ekonomi sirkular, yang diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam operasional sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKM Series yang secara konsisten dilaksanakan oleh Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program-program pengabdian yang berbasis solusi dan kebutuhan masyarakat, Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ terus berupaya mendorong manajemen limbah berbasis zero waste, penguatan ekonomi sirkular, serta percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Red
