11 Juni 2026

Kades Durenan Bantah Isu Sapi Bantuan Raib: “Masih Terpelihara, Warga Justru Semakin Sejahtera”

0

Madiun – Di tengah beredarnya isu yang menyebut bantuan sapi di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, telah habis atau raib, Kepala Desa Durenan, Purnomo, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Saat ditemui wartawan di Kantor Desa Durenan, Kamis (11/6/2026), Purnomo menjelaskan bahwa program bantuan ternak sapi yang diterima desa sejak tahun 2016 hingga 2019 masih berjalan dan terus dipelihara oleh warga melalui kelompok ternak yang aktif.

“Untuk pemeliharaan bantuan sapi dari tahun 2016 dan 2019 sampai sekarang yang berjumlah sekitar 40 ekor, kelompok ternak di sini menurut saya justru lebih baik dibandingkan desa-desa lain,” ujar Purnomo.

Menurutnya, perjalanan program tersebut tidak selalu berjalan mulus. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat melanda peternakan beberapa tahun lalu menyebabkan sejumlah sapi mati. Namun demikian, kelompok ternak tetap berupaya mempertahankan keberlangsungan program tersebut.

“Dari kejadian PMK waktu itu, ada 12 ekor sapi yang mati. Saat ini masih ada 19 ekor yang dipelihara warga yang seharusnya berjumlah 20 ekor. Sementara delapan ekor lainnya masih berusia kecil. Ketua kelompok ternak sebelumnya, Wahyu, saat ini berada di Kalimantan dan pengelolaan kelompok sudah diteruskan oleh Agus,” jelasnya.

Purnomo mengakui perkembangan jumlah ternak tidak dapat berlangsung cepat karena keterbatasan modal yang dimiliki kelompok. Meski demikian, seluruh sapi bantuan tetap dirawat dan dipelihara dengan baik oleh para anggota.

“Karena modalnya tetap, memang tidak bisa berkembang pesat. Tetapi yang terpenting ternak yang ada masih terpelihara dengan baik,” katanya.

Untuk menjaga kekompakan dan keberlanjutan program, warga yang ingin memelihara sapi bantuan diwajibkan menjadi anggota kelompok ternak terlebih dahulu. Selain itu, kelompok juga rutin menggelar kegiatan arisan bulanan sebagai sarana mempererat kebersamaan dan koordinasi antaranggota.

“Bagi warga yang ingin memelihara sapi harus menjadi anggota kelompok ternak terlebih dahulu. Kami menjaga kebersamaan melalui arisan yang diadakan setiap bulan,” tambahnya.

Terkait kabar yang menyebut bantuan sapi di Desa Durenan telah habis, Purnomo membantah tegas isu tersebut. Ia menilai informasi itu sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak memahami kondisi sebenarnya.

“Kalau ada yang menyebarkan isu bahwa bantuan sapi di sini habis, itu hoaks. Informasi itu bukan berasal dari kalangan kami,” tegasnya.

Purnomo juga menjelaskan bahwa pada awal program bantuan bergulir, sebagian warga belum memiliki kandang yang memadai untuk memelihara ternak. Karena itu, sapi-sapi bantuan sempat ditempatkan di kandang miliknya.

“Memang waktu pertama kali mendapat bantuan sapi, warga belum punya kandang sehingga menggunakan dua kandang milik saya. Setelah sapi diambil warga untuk dipelihara sendiri, kandang saya menjadi kosong. Saya memang sejak dulu sudah terbiasa memelihara sapi,” terangnya.

Di akhir keterangannya, Purnomo berharap program bantuan ternak tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Durenan.

“Saya berharap semakin banyak warga yang memelihara sapi, sehingga dapat membantu menopang kebutuhan hidup keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(sgta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2025 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.