11 Oktober 2026

Misteri Hilangnya Pengemudi Ojol di Sumedang Berakhir Tragis, Jasad Yogi Ditemukan Terkubur di Perkebunan Teh

0


‎Sumedang | Metromasionalnews.com –   Pencarian terhadap Yogi Sarapudin (35), pengemudi transportasi online yang dilaporkan hilang sejak Kamis malam (8/10/2026), berakhir dengan kabar memilukan. Jasadnya ditemukan terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.
‎
‎Di tengah upaya mengungkap kematian korban, polisi telah mengamankan dua orang berinisial AD (30) dan MIN (17) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun, hingga Minggu (11/10/2026), motif dan rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Yogi masih dalam penyelidikan.
‎
‎Penemuan jasad korban menyisakan sejumlah pertanyaan, termasuk mengenai aktivitas terakhir Yogi sebelum menghilang dan dugaan pesanan mencurigakan melalui aplikasi transportasi online.
‎
‎Status WhatsApp dan Pesanan Mencurigakan
‎

‎Sebelum kabar kematiannya terungkap, Yogi dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Kamis malam. Rekan korban, Ari Prabawa (27), mengungkapkan bahwa Yogi sempat mengunggah status WhatsApp yang menunjukkan kawasan galian di kaki Gunung Tampomas.
‎
‎Ari juga menuturkan adanya aktivitas pesanan yang dinilainya mencurigakan pada aplikasi transportasi online InDrive. Menurut keterangannya, sejumlah pesanan tampak diterima sebelum kemudian dibatalkan.
‎
‎“Seperti sudah diterima, terus di-cancel. Kayak nyari mangsa. Tapi saya tidak tahu apakah Yogi menerima orderan itu,” ujar Ari, Minggu (11/10/2026).
‎
‎Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang perlu didalami lebih lanjut. Hingga kini, belum ada kepastian apakah dugaan pesanan fiktif itu berkaitan dengan hilangnya Yogi ataupun kematiannya.
‎
‎Karena itu, hubungan antara aktivitas pada aplikasi, keberadaan terakhir korban, dan dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki masih memerlukan pembuktian.


‎
‎Dua Orang Diamankan Polisi
‎
‎Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, membenarkan bahwa tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan dua orang berinisial AD (30) dan MIN (17) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
‎
‎Berdasarkan keterangan yang disampaikan, jasad korban diduga dibawa ke kawasan Citengah sebelum dikuburkan. Jasad Yogi kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi.
‎
‎Pemeriksaan medis tersebut diperlukan untuk membantu memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyidikan.
‎
‎Meski dua orang telah diamankan, penyidik masih perlu mengungkap peran masing-masing pihak serta menyusun rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang diperoleh.
‎
‎Motif Masih Menjadi Tanda Tanya
‎

‎Hingga Minggu (11/10/2026), polisi masih mendalami motif di balik kematian Yogi. Kronologi lengkap dugaan tindak pidana tersebut juga belum diungkap secara terperinci.
‎
‎Sejumlah informasi, mulai dari aktivitas terakhir korban, dugaan pesanan mencurigakan, hingga proses pemindahan dan penguburan jasadnya, masih perlu diuji melalui penyidikan.
‎
‎Bagi keluarga dan orang-orang terdekat Yogi, penemuan jasadnya menjadi akhir dari penantian yang menyakitkan. Namun, bagi penyidik, pengungkapan kasus ini belum selesai hanya dengan ditemukannya korban dan diamankannya dua orang yang diduga terlibat.
‎
‎Fakta mengenai penyebab kematian, motif, serta keterlibatan masing-masing pihak masih menunggu hasil penyidikan dan pembuktian lebih lanjut.
‎
‎Polisi pun masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh.
‎
‎Kasus kematian Yogi kini memasuki tahap pengungkapan fakta. Di tengah berbagai dugaan yang beredar, kepastian hukum tetap harus bertumpu pada hasil penyidikan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Wahyu BK
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 metronasionalnews All Right Reserved | CoverNews by AF themes.