Reses DPR RI Ir. H. Ateng Sutisna, MBA di Sagalaherang, Serap Aspirasi Warga Terkait Listrik, Gas dan BBM

SUBANG — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait kebutuhan energi, meliputi ketersediaan listrik, gas, dan bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ateng Sutisna menegaskan bahwa kebutuhan energi merupakan salah satu aspek penting yang menunjang aktivitas rumah tangga, perekonomian masyarakat, serta perkembangan wilayah. Oleh karena itu, aspirasi masyarakat terkait akses dan pelayanan energi perlu mendapat perhatian serius.

Ia menyampaikan, bagi masyarakat yang rumahnya belum terpasang jaringan listrik, diharapkan segera mengajukan permohonan agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau ada warga yang belum memasang listrik, segera ajukan. Insyaallah akan kami bantu perjuangkan agar masyarakat bisa mendapatkan akses listrik,” ungkap Ateng Sutisna dalam kegiatan reses tersebut.
Menurutnya, akses terhadap listrik tidak hanya menyangkut penerangan rumah, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup, pendidikan anak-anak, serta peluang pengembangan usaha masyarakat. Dengan demikian, persoalan warga yang belum menikmati layanan listrik perlu menjadi perhatian bersama.
Pastikan Kondisi BBM di Subang Tetap Kondusif
Selain membahas persoalan listrik, masyarakat juga menyampaikan perhatian terhadap isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ateng Sutisna menyampaikan bahwa Kabupaten Subang berada dalam zona aman terkait isu kelangkaan BBM. Meski demikian, ketersediaan dan kelancaran distribusi energi tetap perlu diperhatikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Ia berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipercaya.
Ketersediaan BBM dan gas yang memadai dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi, pertanian, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.
Singgung Perjuangan Program PTSL dan Kepentingan Masyarakat
Dalam dialog bersama warga, Ateng Sutisna juga mengingatkan kembali sejumlah upaya yang pernah diperjuangkannya untuk kepentingan masyarakat, termasuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta berbagai program lainnya.
Program PTSL menjadi salah satu upaya penting dalam membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanah melalui proses pendaftaran dan penerbitan sertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, perjuangan bagi masyarakat tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar, kepastian hukum atas tanah, pembangunan daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan reses, berbagai aspirasi yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan perjuangan kebijakan di tingkat pusat.
Dihadiri Jajaran Pengurus PKS dan Masyarakat
Kegiatan reses tersebut dihadiri jajaran pengurus PKS dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Turut hadir Dana Supendi selaku Ketua DPC PKS Sagalaherang, Acep selaku Koordinator Lapangan PKS, Ketua DPD PKS Subang, jajaran pengurus PKS lainnya, serta masyarakat Desa Dayeuhkolot dan sekitarnya.
Kehadiran para pengurus partai dan masyarakat menunjukkan pentingnya membangun komunikasi serta memperkuat koordinasi dalam menyerap aspirasi warga di tingkat akar rumput.
Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung, sehingga kebutuhan yang dirasakan warga dapat diketahui dan diperjuangkan melalui jalur yang sesuai.
Reses sebagai Jembatan Aspirasi dan Solusi
Bagi Ateng Sutisna, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung kondisi masyarakat di daerah pemilihan.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat, pengurus partai, dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik. Aspirasi yang masuk diharapkan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan, skala prioritas, dan mekanisme yang berlaku.
Masyarakat pun diharapkan aktif menyampaikan kebutuhan serta persoalan di lingkungannya agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan.
Melalui kegiatan reses di Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara wakil rakyat dan masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan akses energi, pelayanan publik, kepastian hukum atas tanah, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
DuL
