”Terima Kasih untuk Setiap Tawa, cerita dan Perjuangan”, Pelepasan Siswa SD Ciomas Sarat Makna

Sumedang | Metronasionalnews.com – Di antara riuh tepuk tangan dan senyum kebanggaan para orang tua, terselip haru yang sulit disembunyikan. Selasa, 23 Juni 2026, halaman SD Ciomas menjadi saksi sebuah peristiwa sederhana namun penuh makna: pelepasan siswa-siswi kelas VI yang telah menuntaskan perjalanan mereka di bangku sekolah dasar.
Kegiatan yang mengusung tema “Terima Kasih untuk Setiap Tawa, Cerita, dan Perjuangan” itu berlangsung meriah sekaligus menyentuh hati. Berbagai kreasi seni yang ditampilkan para siswa berhasil menghidupkan suasana dan menghadirkan kejutan yang tak disangka oleh para tamu undangan yang hadir.
Sejak awal acara, nuansa kebersamaan begitu terasa. Tarian tradisional, penampilan vokal, pembacaan puisi, hingga berbagai pertunjukan kreatif lainnya dipersembahkan dengan penuh percaya diri oleh para siswa. Setiap penampilan seolah menjadi cara mereka mengucapkan selamat tinggal kepada sekolah yang selama enam tahun menjadi tempat belajar, bermain, dan tumbuh bersama.
Sorak tepuk tangan berkali-kali menggema ketika para siswa menampilkan bakat terbaiknya. Bukan sekadar hiburan, pentas seni tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keberanian, dan karakter peserta didik.
Acara tersebut dihadiri oleh pengawas sekolah, jajaran komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah desa yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kepala SD Ciomas, Jajang Wahyudin, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas keberhasilan seluruh siswa kelas VI yang tahun ini berjumlah 20 orang dalam menyelesaikan pendidikan dasar.
”Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Seluruh siswa kelas VI berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Semoga mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terus berprestasi, menjaga nama baik sekolah, serta menjadi kebanggaan bagi orang tua dan masyarakat,” ujarnya.
Bagi para siswa, hari itu bukan hanya tentang kelulusan. Ada kenangan yang tersimpan di setiap sudut kelas, ada cerita yang tertinggal di antara tawa bersama teman-teman, dan ada jasa para guru yang akan selalu dikenang sepanjang perjalanan hidup mereka.
Momen pelepasan menjadi semakin bermakna ketika tema acara yang diangkat seolah mewakili isi hati seluruh warga sekolah: “Terima kasih untuk setiap tawa, cerita, dan perjuangan.” Sebuah kalimat sederhana yang merangkum enam tahun perjalanan penuh pembelajaran, persahabatan, dan pengorbanan.
Kini, langkah mereka akan berlanjut menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, SD Ciomas akan selalu menjadi rumah pertama tempat mimpi-mimpi mereka mulai tumbuh.
Di penghujung acara, senyum dan air mata berbaur menjadi satu. Sebab perpisahan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih luas. Dan dari sekolah sederhana itu, 20 anak bangsa kembali dilepas dengan doa, harapan, dan keyakinan bahwa mereka kelak akan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.
Karena setiap tawa yang pernah tercipta di sekolah, setiap cerita yang pernah ditulis bersama, dan setiap perjuangan yang telah dilalui, akan menjadi bekal berharga dalam menapaki masa depan yang mereka impikan.
Wahyu BK
